Sragen (Humas) – Semangat perjuangan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan penguatan akhlak mulia mewarnai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di MTsN 5 Sragen, Kamis (22/10). Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kesantrian sekaligus membangun generasi muda yang religius, patriotik, berprestasi, dan berakhlakul karimah.
Berbagai kegiatan bermakna diselenggarakan dalam peringatan tersebut, mulai dari upacara Hari Santri Nasional, khataman Al-Qur’an, mahallul qiyam, penampilan kreasi seni murid, hingga istighosah untuk memohon keselamatan negeri dan madrasah. Seluruh rangkaian kegiatan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai perjuangan, memperkuat spiritualitas, serta menumbuhkan kecintaan terhadap agama dan tanah air.
Kegiatan diawali dengan upacara Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat kebangsaan yang mengiringi upacara kemudian berpadu dengan suasana religius melalui khataman Al-Qur’an dan mahallul qiyam. Kedua kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman hidup sekaligus sumber inspirasi dalam membangun bangsa.
Suasana semakin semarak ketika para murid menampilkan kreasi seni yang memadukan nilai keislaman, keterampilan berbahasa, dan keberanian berekspresi. Mutia dan Mutimatin dari kelas 9B menampilkan kisah Nabi Yusuf yang sarat pesan keteladanan. Kisah tersebut mengajarkan pentingnya kesabaran, keteguhan iman, kejujuran, dan kemampuan memaafkan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Penampilan berikutnya berupa dialog bahasa Arab oleh murid kelas 9A program Tahfiz. Melalui dialog tersebut, para murid menunjukkan kemampuan berbahasa Arab sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri untuk tampil di hadapan warga madrasah. Kedua penampilan ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Santri dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, menggali potensi, dan menampilkan bakat murid yang selaras dengan nilai-nilai keislaman.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan istighosah bersama untuk memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi bangsa Indonesia serta kemajuan MTsN 5 Sragen. Doa bersama ini menjadi wujud ikhtiar spiritual sekaligus pengingat bahwa upaya membangun masa depan bangsa perlu disertai keimanan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Kepala MTsN 5 Sragen, Muhsin, menegaskan bahwa Hari Santri harus dimaknai lebih dalam daripada sekadar perayaan dengan mengenakan busana khas santri. Menurutnya, para murid perlu memahami sejarah perjuangan santri dan meneladani jiwa patriotisme mereka dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Murid-murid MTsN 5 Sragen harus meneladani jiwa patriotisme para santri yang dahulu berjuang mengusir penjajah dari Indonesia. Semangat perjuangan itu harus kita lanjutkan melalui belajar dengan sungguh-sungguh, meraih prestasi, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” pesannya.
Muhsin juga mengingatkan bahwa mengenakan baju muslim dan sarung hanyalah salah satu bentuk ekspresi dalam memperingati Hari Santri. Hal yang lebih penting adalah memahami hakikat, sejarah, dan nilai perjuangan yang melatarbelakangi penetapan Hari Santri sebagai hari nasional.
“Memperingati Hari Santri bukan hanya sebatas memakai baju muslim dan sarung ala santri. Anak-anak harus mengetahui mengapa Hari Santri diperingati secara nasional dan memahami nilai perjuangan di baliknya. Dengan memahami sejarahnya, kita diharapkan mampu meneladani semangat juang, keikhlasan, kedisiplinan, dan kecintaan para santri terhadap Indonesia,” tegasnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa perjuangan santri masa kini harus diwujudkan melalui cara yang sesuai dengan tantangan zaman. Jika para santri terdahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan, generasi muda sekarang memiliki tanggung jawab mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pencapaian prestasi, serta pembentukan karakter yang kuat. Dengan demikian, murid madrasah diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keteguhan iman, semangat kebangsaan, dan kepedulian sosial.
Senada dengan Kepala Madrasah, guru tahfidz MTsN 5 Sragen, Farhan dan Fasabiqul, menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri merupakan momentum untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan menumbuhkan karakter berakhlakul karimah sebagai bekal menuju Indonesia Emas.
“Perayaan Hari Santri merupakan momentum untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca dan menghafalkannya, tetapi juga harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Dengan demikian, akan tumbuh generasi yang berakhlakul karimah dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masa depan bangsa,” ungkap mereka.
Keduanya menekankan bahwa keberhasilan pendidikan Al-Qur’an tidak hanya tercermin dari kemampuan membaca dan menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga dari perilaku yang mencerminkan ajarannya. Sikap jujur, santun, disiplin, bertanggung jawab, menghormati guru, serta menyayangi sesama merupakan karakter yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, MTsN 5 Sragen berkomitmen memperkuat pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan semangat nasionalisme. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan menjadi pengingat bahwa membangun generasi menuju Indonesia Emas membutuhkan sinergi antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, kreativitas, dan karakter yang luhur.
Peringatan ini sekaligus mengajak seluruh warga madrasah untuk meneruskan semangat perjuangan para santri melalui karya nyata. Dari ruang kelas hingga kehidupan bermasyarakat, setiap murid memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan positif dengan terus belajar, berprestasi, menjaga persatuan, mencintai Al-Qur’an, dan mengamalkan akhlak mulia.
Selamat Hari Santri Nasional 2026! Santri Menguatkan Negeri, Berakhlak Mulia, Berkarya Nyata, Menuju Indonesia Emas. (ma/dpw/enn)









