Sragen (Humas) – Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan bebas dari perundungan maupun kekerasan, MTsN 7 Sragen mengikuti kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan dan Pondok Pesantren pada hari ini (23/10). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perempuan dan Anak (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah secara virtual melalui platform Zoom Meeting. Pelaksanaan Zoom dipusatkan di Ruang Laboratorium Komputer dengan pendampingan penuh dari Kepala Madrasah (Kamad), Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas (Waka Humas), serta Guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Dalam pemaparan materi yang disampaikan oleh tim DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai berbagai jenis kekerasan yang rentan terjadi di lingkungan ramah anak, mulai dari kekerasan fisik, psikis, perundungan (bullying), kekerasan seksual, hingga kekerasan di dunia digital (cyberbullying).
Selain itu, pihak DP3AKB Jateng juga memaparkan langkah-langkah konkret dalam membangun sistem pencegahan di lingkungan madrasah dan pondok pesantren, salah satunya melalui pembentukan tim khusus pencegahan kekerasan serta pemenuhan hak-hak santri dan peserta didik. Narasumber turut menjelaskan alur pelaporan dan tata cara penanganan kasus yang aman, rahasia, dan akuntabel, guna memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis maupun hukum secara tepat tanpa rasa takut.
Kepala Madrasah menyambut baik arahan dan edukasi yang disampaikan oleh DP3AKB Jateng. Beliau menegaskan komitmen lembaga untuk mengimplementasikan hasil sosialisasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari di madrasah maupun pesantren.
“Kami sangat mengapresiasi langkah DP3AKB Jateng yang terus mengedukasi dan mendampingi satuan pendidikan serta pondok pesantren. Melalui pendampingan bersama kami memastikan seluruh poin arahan dapat ditindaklanjuti secara nyata di lingkungan madrasah”. tegasnya.
Sementara itu, Guru BK menambahkan bahwa hasil dari kegiatan sosialisasi ini akan dijadikan acuan utama untuk memperkuat layanan konseling, tata tertib sekolah, serta penyediaan kotak/layanan pengaduan agar seluruh siswa dan santri merasa aman dan terlindungi. Kegiatan yang berlangsung interaktif di ruang laboratorium komputer ini berjalan dengan lancar hingga akhir sesi. Diharapkan melalui sinergi antara DP3AKB Provinsi Jawa Tengah dan pihak sekolah/pesantren, ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berakhlak mulia dapat terus terwujud. (swd/enn)







