Sragen (Humas) – MTs Negeri 6 Sragen kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menyelenggarakan kegiatan Deseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM) pada Sabtu (21/2). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini dilaksanakan di masjid madrasah dan diikuti oleh seluruh guru.
Pelaksanaan kegiatan tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena ruang aula serta sebagian besar ruang kelas sedang dalam proses pembangunan dan renovasi melalui program PHTC dari Kementerian PUPR. Meski demikian, keterbatasan sarana tidak mengurangi semangat para peserta untuk tetap mengikuti kegiatan secara maksimal.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Madrasah, Fandholin, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perubahan kurikulum dan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru yang tetap hadir dengan penuh semangat meskipun kegiatan dilaksanakan di bulan Ramadan dan dalam kondisi terbatas.
Materi utama disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fahrudin. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan nilai kasih sayang, empati, penghargaan terhadap peserta didik, serta pembentukan karakter positif melalui proses pembelajaran yang humanis dan bermakna.
Sementara itu, konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berfokus pada proses belajar yang tidak hanya menekankan hafalan, tetapi pada pemahaman konsep secara utuh, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta keterampilan mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus kompetensi siswa secara komprehensif.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh guru membawa laptop masing-masing dan secara langsung mempraktikkan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis KBC dan PM. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, kolaboratif, dan penuh antusiasme meskipun dilaksanakan di ruang ibadah dengan fasilitas seadanya.
Kepala Madrasah dalam keterangannya menyampaikan, “Keterbatasan sarana bukan menjadi penghalang untuk terus belajar dan berkembang. Justru dalam kondisi seperti ini kita diuji komitmennya. Saya bangga kepada seluruh guru yang tetap semangat mengikuti kegiatan hingga selesai.” Sementara itu, Waka Kurikulum menambahkan, “Melalui kegiatan ini kami berharap guru mampu memahami konsep secara utuh dan dapat langsung mengimplementasikannya dalam perangkat pembelajaran di kelas.”
Dengan terselenggaranya kegiatan deseminasi ini, diharapkan seluruh guru MTsN 6 Sragen semakin siap menerapkan kurikulum yang berorientasi pada karakter, kedalaman pemahaman, serta pembelajaran bermakna bagi siswa. Semangat kebersamaan dan profesionalisme yang ditunjukkan para guru menjadi modal penting dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul meskipun di tengah berbagai keterbatasan. (tm/enn)






