Sragen (Humas) – MAN 1 Sragen menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Penguatan Implementasi Kurikulum Madrasah (KMA 1503 Tahun 2025)” yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai Sabtu, 10 Januari 2026 hingga Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kabupaten Sragen dan menjadi bagian dari upaya madrasah dalam meningkatkan kapasitas pendidik untuk mengimplementasikan kebijakan kurikulum madrasah terbaru secara optimal dan berkelanjutan.
IHT tersebut menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidang pendidikan madrasah. Narasumber pertama, Dr. Juair, S.Ag, MM, M.Si, Ketua Tim Kerja dan Evaluasi Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan materi tentang KMA 1503 Tahun 2025, penguatan kurikulum berbasis cinta, serta pengembangan kegiatan kokurikuler madrasah.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan pada Sabtu (10/1), Dr. Juair menekankan pentingnya transformasi pembelajaran di madrasah. “KMA 1503 Tahun 2025 menegaskan bahwa kurikulum madrasah harus berorientasi pada penguatan karakter, nilai cinta, dan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik,” ujar Dr. Juair. Ia menambahkan bahwa guru memegang peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan melalui praktik pembelajaran sehari-hari.
Narasumber kedua, Shofar Sholahuddin Bisri, M.Pd, Pengawas dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, memaparkan materi mengenai implementasi pembelajaran kurikulum berbasis cinta dan pembelajaran mendalam (deep learning). Selain itu, ia juga membimbing peserta dalam penyusunan modul ajar berbasis cinta dan mendalam, serta strategi evaluasi pembelajaran yang selaras dengan arah kebijakan Kurikulum Madrasah.
Kegiatan IHT ini turut dihadiri oleh Kepala MAN 1 Sragen Windrati, S.Pd., M.Pd, serta Pengawas Madrasah Aliyah Kabupaten Sragen Dra. Hj. Amin Sarwati, M.Pd. Kehadiran unsur pimpinan madrasah dan pengawas tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan implementasi kebijakan kurikulum di lingkungan MAN 1 Sragen dan madrasah aliyah di Kabupaten Sragen.

Dalam kesempatan tersebut, Windrati menyampaikan harapannya agar seluruh guru mampu menginternalisasi nilai-nilai kurikulum berbasis cinta dalam proses pembelajaran. “Melalui IHT ini, kami berharap guru MAN 1 Sragen semakin siap menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial peserta didik,” ungkapnya.
Peserta kegiatan terdiri atas seluruh guru MAN 1 Sragen serta tamu undangan yang meliputi kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, dan perwakilan guru Madrasah Aliyah se-Kabupaten Sragen. Melalui pelaksanaan IHT ini, MAN 1 Sragen menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang humanis, mendalam, dan berlandaskan nilai cinta sebagai ruh pendidikan madrasah. (aw/sbs/enn)







