Sragen (Humas) – MAN 1 Sragen kembali menggelar kegiatan kajian rutin sabtu legi pada Sabtu (24/10) yang berlangsung khidmat di ruang guru MAN 1 Sragen. Agenda spiritual dan pembinaan karakter ini diikuti oleh seluruh jajaran guru serta pegawai di lingkungan madrasah. Mengangkat tema “Mendidik dengan Keteladanan dan Cinta” kajian kali ini dirancang untuk memperkuat komitmen para pendidik dalam membimbing para murid melalui pendekatan keagamaan yang humanistis dan penuh kasih sayang.
Kajian kali ini menghadirkan Ustaz Sri Yanto sebagai penceramah. Ustaz Sri Yanto yang baru dilantik sebagai Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen pada Jumat (23/10) tersebut menyampaikan pentingnya keteladanan dan kasih sayang dalam proses pendidikan.
Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa mendidik tidak cukup hanya dengan menyampaikan ilmu pengetahuan. Guru juga perlu menunjukkan perilaku yang baik agar nilai-nilai akhlak dapat dipahami dan diterapkan oleh murid dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan yang disertai kasih sayang menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan dengan murid sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan.

Kepala MAN 1 Sragen, Windrati, memberikan apresiasi serta arahan mendalam terkait pentingnya konsistensi dalam mengamalkan tema kajian ini di lingkungan madrasah. Windrati menyampaikan, “Pendidikan yang berbekas di sanubari murid adalah pendidikan yang lahir dari ketulusan hati. Kami berharap seluruh pendidik di MAN 1 Sragen tidak hanya mengajar di depan kelas, tetapi mampu menjadi figur teladan yang menebarkan kasih sayang, sehingga menciptakan suasana belajar yang sejuk, santun, dan penuh keberkahan.”
Suasana kajian berlangsung interaktif dan penuh kekeluargaan, di mana para guru dan pegawai menyimak materi dengan antusias. Penjelasan materi yang diselingi dengan kisah-kisah keteladanan Rasulullah Saw. dan para ulama pondok pesantren semakin membuka wawasan para peserta tentang betapa besarnya dampak pendekatan berbasis cinta dalam menyelesaikan berbagai dinamika serta tantangan kedisiplinan murid di era modern saat ini.
Melalui penyelenggaraan kajian rutin sabtu legi ini, MAN 1 Sragen berharap dapat terus memupuk tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas spiritual dan profesionalisme seluruh warganya. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah penyejuk jiwa yang secara konsisten memperbarui semangat para guru dan pegawai untuk senantiasa mendidik dengan penuh keikhlasan, keteladanan, serta kasih sayang. (sr/sbs/enn)








