Sragen (Humas) – MAN 2 Sragen kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat daerah. Dalam ajang Festival Batik Desa Pungsari 2025 yang diselenggarakan pada Sabtu (1/11), tim MAN 2 Sragen berhasil meraih Juara 2 Lomba Tari dan Juara 3 Lomba Content Creator.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MAN 2 Sragen. Para murid menunjukkan semangat, kreativitas, serta dedikasi tinggi dalam berkompetisi dengan berbagai sekolah lain di Kabupaten Sragen.
Kepala MAN 2 Sragen, Joko Triyono, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih murid. “Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, kekompakan, dan semangat belajar murid MAN 2 Sragen. Mereka telah menunjukkan bahwa madrasah tidak kalah dalam bidang seni dan kreativitas digital. Jangan cepat puas, teruslah berlatih dan mengasah kemampuan untuk event-event selanjutnya,” ungkapnya.

Festival Batik Desa Pungsari merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk melestarikan budaya batik sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya lokal. Dalam kompetisi tersebut, tim tari MAN 2 Sragen menampilkan tari kreasi modern bertema batik, sementara tim Content Creator mengusung konten edukatif berjudul “Tahu Nggak Nih??” yang memperkenalkan keunikan batik Sragen dengan cara yang ringan dan menarik bagi generasi muda.
Nayla Putri, siswi kelas XI yang turut tampil dalam tim tari, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya. “Kami sangat bersyukur bisa membawa pulang juara 2. Latihan kami cukup intens menjelang lomba, tapi semua terbayar dengan hasil ini. Kami senang bisa membawa nama baik madrasah dan berharap bisa berprestasi lebih tinggi lagi di masa mendatang,” ujarnya.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas dan budaya. MAN 2 Sragen membuktikan bahwa batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi simbol identitas dan semangat juang generasi muda yang menenun masa depan dengan warna prestasi. Mandusra, tak sekadar madrasah tapi gerakan budaya, iman, dan karya! (rgl/enn)








