Sragen (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen menyalurkan bantuan senilai Rp129.000.000 kepada 510 anak yatim dan penyandang disabilitas dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan swasta di Kabupaten Sragen pada peringatan Lebaran Yatim dan Difabel 1448 Hijriah, Kamis (25/6).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program nasional Peaceful Muharram 1448 H yang diinisiasi Kementerian Agama dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting.
Dalam arahannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Muharram sebagai momentum menebar kasih sayang dan kepedulian kepada sesama.
“Hari ini kita berbagi kebahagiaan dan melepaskan penderitaan anak-anak yatim dan difabel yang membutuhkan pertolongan kita. Semoga ini menjadi tradisi kebaikan yang terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Menag.


Di Kabupaten Sragen, kegiatan dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen dan diikuti para perwakilan penerima manfaat beserta pendamping.
Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas sekaligus menghadirkan kebahagiaan pada momentum Tahun Baru Islam.
Kasubbag Tata Usaha Kemenag Sragen, Muslim, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Sragen dan Baznas Kabupaten Sragen.
“Alhamdulillah, melalui sinergi UPZ Kemenag Sragen dan Baznas Kabupaten Sragen, program Lebaran Yatim dan Difabel dapat terlaksana dengan baik. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima,” ungkapnya.
Sementara itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Arif Joko Utoro menyampaikan bahwa momen Lebaran Anak Yatim dan Difabel yang diperingati tiap tahunnya tersebut tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi sarana menguatkan kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui kolaborasi berbagai pihak, semangat Peaceful Muharram diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial dan budaya berbagi di Kabupaten Sragen. (enn)










