Sragen (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen menggelar rapat koordinasi lintas sektor pada Selasa (2/12) dalam rangka mematangkan agenda bersama Pemerintah Kabupaten Sragen bertajuk “Pemkab dan Kemenag Sragen Mantu”. Program ini menjadi salah satu rangkaian utama Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama 2025 di Kabupaten Sragen.
Inisiatif ini sekaligus mendukung Gerakan Sadar (GAS) Pencatatan Nikah, serta merespons meningkatnya fenomena pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan yang sah menurut negara maupun agama.

Kakankemenag Ihsan Muhadi menekankan pentingnya langkah ini dalam mengedukasi publik mengenai urgensi pencatatan pernikahan. “Maka oleh sebab-sebab tersebut kita perlu mengampanyekan bahwa pencatatan nikah itu sangat penting untuk memastikan mereka memiliki identitas keluarga,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Kasi Bimas Islam, Muslim, menyampaikan teknis pelaksanaan kegiatan mulai dari alur layanan, pendampingan calon pengantin (catin), hingga kebutuhan perlengkapan dan anggaran. Agenda Sragen Mantu dijadwalkan berlangsung pada 18 Desember 2025, dengan 20 pasangan catin dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Sragen.
Sementara itu, Kasubbag TU, Khumaidin, yang juga Ketua Panitia HAB Kemenag Sragen, mengoordinasikan pembahasan anggaran lebih mendalam. Ia menekankan pentingnya ketepatan anggaran dan perencanaan agar kegiatan berjalan efektif dan akuntabel sebagai bagian dari rangkaian HAB 2025.
Rapat koordinasi turut melibatkan perwakilan sektor terkait yang memberikan tanggapan serta penajaman terhadap rancangan teknis dan anggaran. Kolaborasi ini memastikan persiapan berjalan terarah serta siap untuk ditindaklanjuti.

Melalui kegiatan Sragen Mantu, Kemenag Sragen berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencatatan pernikahan, sekaligus menghadirkan rangkaian HAB Kemenag 2025 yang lebih berdampak bagi masyarakat. (enn)









