Sragen (Humas) – MAN 2 Sragen gelar kegiatan In House Training (IHT) pada Sabtu, (13/06), di Aula Utama Teuku Jacob Sangiran. Kegiatan strategis ini mengusung tema “Membangun Madrasah Beradab: Strategi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)”, dan dihadiri seluruh tenaga pendidik serta tenaga kependidikan dalam rangka menyelaraskan arah pendidikan dengan nilai-nilai karakter dan peningkatan kualitas layanan madrasah.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 2 Sragen, Joko Triyono, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pergeseran paradigma pendidikan. “Madrasah beradab bukan hanya sekadar ungkapan, melainkan wujud nyata dari pendidikan yang menanamkan kasih sayang, rasa hormat, dan keteladanan di setiap langkah pembelajaran”. tegasnya.
Kegiatan dilanjut sesi pembinaan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Fatchur Rochman. Ia menyoroti lima aspek utama ciri madrasah yang bermutu: terakreditasi unggul, guru yang profesional, nilai kompetensi, membangun budaya kerja yang transparan, memperkuat kerjasama dan kekompakan dalam membentuk madrasah yang maju, bermutu, mendunia.
“Integritas dan kinerja seperti dua sisi mata uang, ASN harus menjadi sosok yang disiplin, bertanggung jawab, dan berpegang teguh pada etika profesi,” ujar Fatchur.
“Di samping itu, peningkatan kinerja harus terus didorong melalui inovasi, pengembangan kompetensi, dan pelayanan prima,” tambahnya.


Puncak kegiatan IHT diisi dengan pemaparan materi inti oleh narasumber ahli, Sri Sukarni Katamwatiningsih, Widyaiswara Ahli Madya dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang.
“KBC bukan menambah beban guru, melainkan mengubah cara pandang dan pendekatan mengajar: dari yang berpusat pada materi, menjadi berpusat pada pembentukan karakter dan kasih sayang. Strategi penerapannya meliputi integrasi nilai cinta ke dalam tujuan pembelajaran, penyusunan modul ajar yang kontekstual, penciptaan suasana kelas yang aman dan menyenangkan, serta sistem penilaian yang tidak hanya mengukur kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan kepedulian murid,” jelas Sri Sukarni.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok, tanya jawab, dan penyusunan rencana aksi nyata. Para peserta secara antusias merancang langkah-langkah penerapan KBC, sekaligus menyusun komitmen peningkatan integritas dan kinerja dalam tugas sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Sragen menegaskan tekadnya untuk mewujudkan madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga beradab, berintegritas tinggi, dan mampu mencetak generasi yang cerdas, beriman, serta penuh kasih sayang. (rgl/enn)









