Sragen (Humas) – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen kembali menunjukkan aksi nyata melalui Gerakan Masjid Asri (GEMARI). Diinisiasi sejak tahun 2010, gerakan ini terus berkontribusi mewujudkan masjid yang bersih, nyaman, tertata, serta memiliki fungsi yang lebih luas bagi masyarakat.
Selama perjalanannya, GEMARI telah menjangkau ratusan masjid yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Sragen. Pada Rabu (30/6), kegiatan kembali dilaksanakan di Masjid Al-Fitrah, Desa Tegalrejo, Kecamatan Gondang.


GEMARI tidak hanya berfokus pada kegiatan bersih-bersih masjid, tetapi juga menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek tata kelola dan kepedulian lingkungan. Semangat tersebut, menurut Ketua Pokjaluh Agama Islam Kabupaten Sragen, Toyyib Kamaludin, berangkat dari kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kesucian masjid merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas pengurus atau takmir.
“Melalui GEMARI, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa merawat kebersihan dan kenyamanan masjid adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Harapannya, masjid menjadi rumah ibadah yang bersih, nyaman, dan semakin representatif bagi jamaah,” ujarnya.

Selain itu, Pokjaluh juga memberikan pembinaan kepada para takmir agar mampu mengelola rumah ibadah secara lebih profesional. Dengan demikian, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembinaan umat, literasi keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon di area masjid. Langkah ini merupakan implementasi nilai ekoteologi yang menegaskan tanggung jawab manusia sebagai khalifah untuk menjaga kelestarian alam sekaligus menciptakan lingkungan rumah ibadah yang hijau dan asri.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Fatchur Rochman, yang turut mengikuti kegiatan dan melakukan penanaman pohon bersama para penyuluh agama, mengapresiasi konsistensi Pokjaluh Agama Islam dalam menjalankan GEMARI. Menurutnya, gerakan tersebut menjadi wujud nyata peran penyuluh dalam memperkuat fungsi masjid sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
“GEMARI menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan masjid yang bersih, nyaman, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat. Semoga semangat gotong royong dan kepedulian ini terus tumbuh di setiap masjid di Kabupaten Sragen,” ujarnya.
Konsistensi pelaksanaan GEMARI selama 16 tahun menjadi bukti komitmen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen dalam memperkuat peran masjid di tengah masyarakat. Melalui gerakan ini, masjid diharapkan semakin berkembang sebagai pusat ibadah, pendidikan, pemberdayaan, sekaligus penggerak kepedulian terhadap lingkungan sejalan dengan semangat transformasi Kementerian Agama. (hen/enn)







