Sragen (Humas) – Kamis (26/2), suasana religius nan khidmat menyelimuti lingkungan MAN 1 Sragen dalam tiga hari terakhir. Sejak tanggal 24 Februari hingga 26 Februari 2026, madrasah ini menggelar agenda tahunan pengumpulan zakat fitrah sebagai rangkaian ibadah di bulan suci Ramadan 1447 H. Kegiatan yang dipusatkan di masjid madrasah ini menjadi momentum penting bagi seluruh civitas akademika untuk menunaikan kewajiban agama sekaligus memperkuat ikatan kepedulian sosial terhadap sesama, terutama di wilayah Kabupaten Sragen.
Pelaksanaan zakat fitrah tahun ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen madrasah, mulai dari siswa Fase E hingga Fase F Lanjut, para guru, dan pegawai MAN 1 Sragen. Untuk memastikan kelancaran alur pembayaran, panitia memberikan dua opsi penyetoran sesuai ketetapan syariat dan harga pasar saat ini, yakni berupa beras seberat 2,7 kilogram atau uang tunai sebesar Rp45.000 per jiwa. Antusiasme terlihat jelas dari antrean tertib para siswa yang membawa bungkusan beras maupun amplop zakat.
Keberhasilan manajemen pengumpulan zakat ini tidak lepas dari peran sigap para kader muda yang tergabung dalam organisasi OSIS dan Rohis MAN 1 Sragen. Mereka bertugas sebagai petugas penerima (amil) yang mencatat administrasi, menimbang beras, hingga membantu pengorganisasian logistik di tempat penyimpanan sementara. Keterlibatan aktif organisasi kesiswaan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada para siswa mengenai tata cara pengelolaan zakat secara amanah, transparan, dan akuntabel sejak usia dini.
Kepala MAN 1 Sragen, Windrati, memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan seluruh warga madrasah dalam menyukseskan kegiatan ini. Dalam tinjauannya di lokasi pengumpulan, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi zakat fitrah. “Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif untuk menggugurkan kewajiban, melainkan sebuah madrasah karakter bagi siswa untuk mengikis sifat kikir dan menumbuhkan rasa empati. Dengan berzakat di lingkungan madrasah, kita ingin memastikan bahwa setiap butir beras yang terkumpul menjadi saksi perjuangan kita dalam menyucikan jiwa dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkasnya.
Menutup rangkaian kegiatan zakat fitrah, panitia mulai melakukan pendataan akhir untuk persiapan distribusi. Harapan besar disematkan agar zakat yang terkumpul dapat segera disalurkan kepada mustahik (penerima zakat) yang tepat sasaran. Melalui gema zakat ini, MAN 1 Sragen berharap dapat mencetak generasi yang memiliki kesalehan sosial yang tinggi dan keberkahan hidup yang melimpah di bulan Ramadan. (sr/sbs/enn)







