Sragen (Humas) — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Solo Raya menggelar rapat koordinasi lintas daerah di Pendopo Sumonegaran, Sragen pada Kamis (20/8), untuk menyatukan langkah dalam memperkuat kerukunan dan moderasi beragama melalui kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat.
Rakor bertema “Mewujudkan Harmoni, Menguatkan Moderasi” tersebut diikuti 160 peserta, terdiri atas jajaran Forkopimda Kabupaten Sragen, Kepala Kantor Kementerian Agama dan Kepala Bakesbangpol se-Solo Raya, serta pengurus FKUB kabupaten/kota dan FKUB Perempuan Kabupaten Sragen.
Pertemuan ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, berbagi pengalaman, sekaligus membahas program yang dapat memperkuat kerukunan di tengah masyarakat. Komitmen tersebut tidak hanya diarahkan pada hubungan baik antarpemeluk agama, tetapi juga pada kerja bersama yang memberikan manfaat nyata.
Ketua FKUB Kabupaten Sragen, Sriyanto, menyampaikan bahwa penguatan kerukunan membutuhkan kolaborasi yang konsisten hingga tingkat masyarakat. Menurutnya, FKUB perlu terus hadir melalui program yang mampu menjawab kebutuhan dan persoalan di lapangan.
“Rakor hari ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang refleksi dan konsolidasi untuk menjawab tantangan kerukunan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kerukunan yang Diwujudkan dalam Aksi
Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sragen. Dalam sambutan Bupati Sragen yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Sragen, Sutrisna, pemerintah daerah mengapresiasi peran FKUB yang dinilai semakin nyata dalam kehidupan masyarakat.
Salah satu bentuk kolaborasi yang dilakukan adalah Bedah Rumah Kerukunan, yang melibatkan Pemkab Sragen bersama FKUB. Program tersebut menjadi contoh bahwa semangat kerukunan dapat diwujudkan melalui aksi sosial dan gotong royong yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui kolaborasi semacam ini, kerukunan tidak berhenti pada dialog dan komunikasi antartokoh agama, tetapi diterjemahkan menjadi kepedulian bersama untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Griya Nata, Praktik Baik dari Sragen
Dalam sesi sarasehan, FKUB kabupaten/kota se-Solo Raya berbagi pengalaman dan program dalam memperkuat kerukunan di daerah masing-masing. FKUB Sragen turut memaparkan sejumlah praktik baik, termasuk kegiatan Pembinaan Wilayah yang dilakukan secara berkala.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah Griya Nata (Gerakan Rumah Ibadah yang Asri, Nyaman, dan Tertata), kolaborasi Kementerian Agama Kabupaten Sragen dan FKUB Kabupaten Sragen bersama Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kemenag Sragen.
Program yang telah diluncurkan pada Juni 2026 tersebut mendorong kepedulian lintas agama terhadap kebersihan, kenyamanan, dan ketertataan rumah ibadah. Pelaksanaannya sekaligus menjadi ruang perjumpaan dan gotong royong lintas agama di tengah masyarakat.
Dalam rakor ini, Griya Nata dibagikan sebagai salah satu praktik baik dari Sragen yang diharapkan dapat menginspirasi FKUB di daerah lain untuk mengembangkan program kerukunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Rakor kemudian ditutup dengan penyusunan sejumlah rekomendasi bersama untuk menjaga stabilitas dan suasana kondusif sekaligus memperkuat moderasi beragama di wilayah Solo Raya.
Dari Sragen, kerukunan tidak hanya dibicarakan, tetapi didorong menjadi gerakan bersama melalui kolaborasi yang hadir di tengah masyarakat. (drs/enn)







