Sragen (Humas) – Atlet MAN 2 Sragen kembali menorehkan prestasi membanggakan di Kejuaraan Daerah Pelajar Tapak Suci yang diselenggarakan di GOR Diponegoro Sragen pada 13–15 November 2025. Atlet pencak silat dari MAN 2 Sragen, Safa Lutfiana Kartika Sari, meraih juara 1 di kelas tunggal bebas. Event bergengsi tingkat daerah dengan tema “Semangat Milad Muhammadiyah ke 113 Tapak Suci Sragen Bersinergi Meraih Prestasi di Bumi Sukowati” ini pesilat MAN 2 Sragen menunjukkan kemampuan terbaiknya dan sukses mengharumkan nama madrasah.
Kepala MAN 2 Sragen, Joko Triyono, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh muridnya. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa murid MAN 2 Sragen mampu berkompetisi dan berprestasi di Bumi Sukowati Sragen. Kami sangat mengapresiasi kerja keras para atlet, pelatih, dan pembina ekstrakurikuler yang telah berjuang dengan penuh semangat. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi murid lainnya untuk terus berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik,” ujarnya.
Pelatih pencak silat MAN 2 Sragen, Kahar Abdurrohman Wahid, turut mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas perjuangan para atlitnya. “Para atlet berlatih dengan tekun setiap hari, bahkan di luar jam sekolah. Kedisiplinan dan semangat juang mereka menjadi kunci keberhasilan di kejuaraan kali ini. Kami berharap prestasi ini tidak membuat mereka cepat puas, tetapi menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berprestasi lebih tinggi lagi,” tuturnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu agama dan akademik, tetapi juga wadah untuk mengembangkan potensi dan karakter generasi muda. Prestasi ini tidak sekadar tentang medali dan piala, tetapi tentang harga diri dan semangat juang madrasah. Kemenangan ini menegaskan bahwa murid madrasah mampu berdiri sejajar, bahkan unggul, di panggung nasional. MAN 2 Sragen terus membuktikan jati dirinya sebagai madrasah yang unggul dalam prestasi, berkarakter dalam tindakan, dan berakhlak dalam setiap langkah.
Dengan semangat “Madrasah Hebat Bermartabat”, pesilat muda MAN 2 Sragen telah menorehkan sejarah emas yang akan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bahwa juara bukan dilahirkan, tetapi ditempa oleh tekad, kerja keras, dan doa yang tidak pernah padam. (rgl/enn)











