Sragen (Humas) – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional 2026, MTsN 2 Sragen menggelar kegiatan Khotmil Quran pada Kamis (22/10). Kegiatan yang dilaksanakan setelah upacara peringatan Hari Santri Nasional ini bertempat di serambi Masjid Baitul Hikmah dan Balairung Amal Bhakti serta diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari murid, guru, hingga tenaga kependidikan.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Dhuha sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah Swt. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melaksanakan Khotmil Quran. Dengan pembagian bacaan yang telah ditentukan, seluruh peserta membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama selama kurang lebih 30 menit. Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan tersebut.
Rangkaian Khotmil Quran ditutup dengan pembacaan doa khotmil Quran yang dipimpin oleh Ustaz Soliqul. Doa bersama ini menjadi ungkapan syukur sekaligus harapan agar keberkahan Al-Qur’an senantiasa menyertai seluruh warga madrasah serta menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Semarak peringatan Hari Santri Nasional semakin terasa dengan penampilan hadrah madrasah. Lantunan selawat yang dibawakan menambah suasana religius sekaligus memberikan ruang bagi murid untuk menunjukkan bakat dan kreativitas di bidang seni islami. Kegiatan juga dimeriahkan dengan kuis berhadiah yang disambut antusias oleh para peserta. Perpaduan kegiatan keagamaan dan hiburan edukatif ini menjadikan peringatan Hari Santri berlangsung meriah, menyenangkan, dan bermakna.

Kepala MTsN 2 Sragen, Umartono, menyampaikan bahwa kegiatan Khotmil Quran menjadi salah satu upaya madrasah dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan membangun karakter religius warga madrasah.
“Melalui kegiatan Khotmil Quran ini, saya berharap seluruh warga madrasah semakin dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Semangat Hari Santri hendaknya menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan keimanan, memperkuat akhlak, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ungkap Umartono.
Ia menambahkan bahwa pembentukan generasi yang unggul harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai agama. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu diimbangi dengan keimanan, ketakwaan, serta akhlak mulia agar murid mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Dengan semangat Hari Santri Nasional, MTsN 2 Sragen berkomitmen untuk terus membangun generasi Qurani yang cerdas, terampil, berakhlak mulia, dan berprestasi. Generasi yang tidak hanya mampu membawa kebaikan bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, agama, dan bangsa menuju Indonesia Emas. (zhr/enn)







