Sragen (Humas) – MTsN 7 Sragen memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui upacara bendera dan khataman Al-Qur’an 30 juz pada Kamis (22/10). Kegiatan yang diikuti guru, tenaga kependidikan, dan siswa ini menjadi momentum untuk menumbuhkan jiwa religius, nasionalisme, serta karakter berakhlakul karimah.
Upacara berlangsung khidmat di halaman madrasah. Para peserta mengenakan pakaian khas santri, yakni sarung dan baju koko putih bagi laki-laki serta busana muslimah putih bagi perempuan.
Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Kepala MTsN 7 Sragen menyampaikan pentingnya meneladani perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui Resolusi Jihad. Ia juga mengingatkan bahwa menjadi santri tidak hanya tentang penampilan, tetapi juga menjaga keimanan, merawat semangat nasionalisme, dan menebarkan kebaikan.
Di tengah tantangan era digital, para siswa diharapkan mampu menumbuhkan jiwa religius, tangguh, dan berakhlakul karimah. Pesan tersebut sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
“Hari ini tanggal 22 Oktober, kita kembali memperingati Hari Santri Nasional. Hari di mana sejarah mencatat peran besar para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui Resolusi Jihad. Menjadi santri bukan hanya soal mengenakan peci atau sarung, melainkan tentang menjaga api keimanan, merawat jiwa nasionalisme, dan menebar kebaikan. Di era yang penuh dengan tantangan digital saat ini, saya berharap kalian semua dapat menumbuhkan jiwa yang religius, tangguh, serta berakhlakul karimah,” ujarnya.
Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an 30 juz. Para guru dan siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok tadarus yang membaca juz-juz Al-Qur’an secara serentak di ruang kelas masing-masing yang didampingi oleh wali kelas. Sementara guru lain melanjutkan khataman diruang guru.
Melalui alunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama yang dilantunkan hari ini, diharapkan seluruh warga madrasah mendapatkan keberkahan serta kelancaran dalam menuntut ilmu. Rangkaian peringatan Hari Santri ini menjadi pengingat bagi para siswa untuk senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan benteng moral di masa depan. (swd/enn)










