Sragen (Humas) – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika MAN 1 Sragen. Dua murid dari Fase FL-11, Indira Roudhotul Jannah dan Lailatil Khairiah, sukses memboyong medali silver dalam ajang bergengsi Trensains Youth National Essay Competition (TYNEC) 2026. Babak final perhelatan ilmiah tersebut berlangsung pada Sabtu (10/10) bertempat di SMA Trensains Muhammadiyah Sragen. Dengan mengusung nama tim yang sarat akan semangat juang, “10 Oktober, Saya sampaikan Saya akan Juara!”, duo srikandi MAN 1 Sragen ini berhasil menyisihkan kompetitor dari berbagai sekolah.
Kemenangan gemilang ini diraih berkat gagasan inovatif mereka yang tertuang dalam karya esai berjudul “KIMPULIZATION: Rekayasa Ekstrusi Double-Ulir dan Pengeringan Siklonik untuk Transformasi Umbi Kimpul sebagai Superfood Generasi Z”. Penelitian berbasis teknologi pangan lokal ini menawarkan terobosan pengolahan umbi kimpul menjadi produk bergizi tinggi berbasis rekayasa presisi yang adaptif terhadap pola konsumsi anak muda zaman sekarang. Keberhasilan merumuskan ide solutif ini tak lepas dari pendampingan intensif sang pembimbing, Nurul Fajarwati, yang secara konsisten mengawal persiapan riset dan teknik presentasi tim sejak tahap penyusunan gagasan awal.
Guru Pembimbing, Nurul, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi atas kegigihan serta daya kritis anak didiknya selama proses kompetisi. “Anak-anak menunjukkan komitmen luar biasa sejak tahap penulisan gagasan hingga uji presentasi di hadapan dewan juri. Karya KIMPULIZATION ini lahir dari kepedulian terhadap ketahanan pangan lokal yang diolah dengan pendekatan teknologi modern. Prestasi medali silver ini adalah buah manis dari kerja keras, ketelitian, dan optimisme yang pantang menyerah dari Indira dan Lailatil,” tutur Nurul.
Kepala MAN 1 Sragen, Windrati, turut memberikan ucapan selamat sekaligus rasa bangga atas capaian yang diraih oleh muridnya di ajang TYNEC 2026. “Kami mengucapkan selamat dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada Indira, Lailatil , serta Ibu Nurul Fajarwati atas raihan medali silver ini. Capaian ini menjadi inspirasi nyata bahwa kejelian memanfaatkan potensi lokal mampu membuahkan karya berstandar tinggi,” ujar Windrati.
Melalui capaian di ajang TYNEC 2026 ini, keberhasilan tim MAN 1 Sragen diharapkan dapat terus memantik tradisi riset dan budaya inovasi ilmiah di kalangan generasi muda madrasah. Lebih dari sekadar raihan medali, gagasan KIMPULIZATION diharapkan tidak berhenti pada tatanan kompetisi semata, melainkan dapat terus dikembangkan menjadi riset terapan yang aplikatif dan bermanfaat bagi kedaulatan pangan nasional. (sr/sbs/enn)








