Sragen (Humas) – Pergantian kepala madrasah menjadi momentum untuk melanjutkan upaya peningkatan mutu pendidikan dan layanan kepada peserta didik. Hal ini mengemuka dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Kepala MTsN 7 Sragen dari Nurul Ngaini kepada Sholeh Muntasyir di aula madrasah, Senin (12/10).
Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Kasubbag Tata Usaha, Kasi Pendidikan Madrasah, kepala MTsN se-Kabupaten Sragen, pengawas madrasah, komite madrasah, serta guru dan tenaga kependidikan MTsN 7 Sragen. Pergantian kepemimpinan ini menjadi kesempatan untuk melanjutkan capaian yang telah dirintis sekaligus memperkuat kerja sama seluruh warga madrasah dalam mendukung proses pembelajaran.
Dalam kesempatan tersebut, Nurul Ngaini menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama guru serta tenaga kependidikan selama kurang lebih tiga tahun masa kepemimpinannya. Ia menilai berbagai capaian madrasah merupakan hasil kerja bersama yang tumbuh dari kesediaan seluruh unsur madrasah untuk menjalankan tanggung jawab masing-masing.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan, dedikasi, dan dukungan seluruh bapak/ibu guru serta staf selama saya bertugas di sini kurang lebih tiga tahun lamanya. Hal yang tidak pernah saya lupakan ialah apa pun kebijakan yang saya sampaikan, selalu ada kata siap untuk kita laksanakan bersama dengan penuh tanggung jawab. Saya juga memohon maaf atas segala kekurangan maupun kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak, selama di madrasah ini. Mari kita terus doakan agar madrasah yang kita cintai ini semakin maju dan berprestasi,” tuturnya.
Sementara itu, Sholeh Muntasyir menyampaikan kesiapannya untuk melanjutkan berbagai upaya pengembangan madrasah dengan melibatkan seluruh unsur di dalamnya. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi yang baik agar setiap program dapat berjalan selaras dengan kebutuhan peserta didik dan tujuan madrasah.
“Terima kasih atas penyambutan yang begitu hangat dari keluarga besar MTsN 7 Sragen. Saya berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan dan pencapaian baik yang telah dibangun oleh Bapak Nurul Ngaini. Madrasah dapat maju dan unggul tidak lain berkat kolaborasi yang harmonis dari seluruh elemen di dalamnya. Saya mohon dukungan, bimbingan, dan kerja sama dari segenap keluarga besar MTsN 7 Sragen untuk merapatkan barisan. Kita bergandeng tangan demi membawa madrasah semakin unggul, berakhlak mulia, dan meraih prestasi selanjutnya,” ungkapnya.
Keberlanjutan kepemimpinan di madrasah diharapkan dapat menjaga konsistensi penyelenggaraan pembelajaran, meningkatkan kualitas pendampingan peserta didik, serta mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk terus mengembangkan kemampuan sesuai kebutuhan pendidikan. Kerja sama antara madrasah, komite, dan orang tua juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen serah terima jabatan yang disaksikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada Nurul Ngaini, doa bersama, sesi foto, dan ramah tamah.
Melalui pergantian kepemimpinan ini, MTsN 7 Sragen diharapkan terus mengembangkan layanan pendidikan yang berkualitas, membangun lingkungan belajar yang kondusif, serta membuka ruang kolaborasi bagi seluruh warga madrasah. Dengan demikian, keberlanjutan kepemimpinan tidak berhenti pada pergantian pejabat, tetapi turut mendukung proses pendidikan yang lebih baik bagi peserta didik. (swd/enn)







