Sragen (Humas) — Dalam upaya menegakkan kedisiplinan serta menjaga kerapian penampilan murid, MAN 1 Sragen menggelar kegiatan penertiban rambut pada Sabtu (21/8). Pihak madrasah mengambil langkah inovatif dengan menggandeng pemotong rambut profesional dari barbershop lokal. Langkah kolaboratif ini disambut positif oleh para murid karena proses penertiban tetap memperhatikan estetika dan kerapian potongan rambut mereka.
Kegiatan yang berlangsung di madrasah tersebut menyasar sekitar 50 murid laki-laki yang memiliki rambut melebihi batas ketentuan aturan madrasah. Dengan hadirnya para pemangkas rambut profesional, proses penertiban berjalan tertib dan lancer. Para murid yang terjaring penertiban tidak lagi merasa canggung atau cemas, melainkan mendapatkan pelayanan pemotongan rambut yang rapi, terukur, dan tetap sesuai dengan standar aturan kerapian di lingkungan madrasah.
Kepala MAN 1 Sragen, Windrati, menyampaikan bahwa pendekatan ini sengaja dipilih untuk memberikan edukasi kedisiplinan yang humanis dan menyenangkan bagi para murid. “Kami ingin menanamkan rasa disiplin tanpa harus mengurangi rasa percaya diri anak-anak. Dengan menghadirkan barbershop profesional, murid tidak hanya menjadi rapi dan sesuai aturan madrasah, tetapi juga tetap tampil percaya diri dengan gaya rambut yang pantas dan proporsional,” ungkapnya.
Program pembinaan karakter melalui kerapian diri ini menjadi bagian integral dari pembiasaan nilai-nilai kedisiplinan di MAN 1 Sragen. Pihak madrasah meyakini bahwa kedisiplinan yang dimulai dari hal-hal kecil, seperti menjaga kerapian penampilan fisik, akan berdampak positif pada fokus belajar serta pembentukan mentalitas murid yang bertanggung jawab. Budaya tertib ini terus dipupuk agar menjadi kebiasaan yang melekat pada diri setiap murid, baik di dalam maupun di luar lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan penertiban yang berbasis kemitraan ini, MAN 1 Sragen berharap dapat terus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, rapi, dan berkarakter. Harapan besar tertumpang agar para murid semakin sadar akan pentingnya menaati tata tertib secara mandiri tanpa merasa tertekan. Ke depan, inovasi pembelajaran karakter dan penegakan disiplin yang humanis seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata sinergi positif antara pihak madrasah, murid, dan penyedia layanan profesional di lingkungan sekitar. (sr/sbs/enn)







