Sragen (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Sragen, Fatchur Rochman, memberikan pembinaan kepada guru dan tenaga kependidikan MTsN 2 Sragen pada Jumat (21/8). Bertempat di ruang guru MTsN 2 Sragen, kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan madrasah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, dilanjutkan sambutan Kepala MTsN 2 Sragen, Umartono, pembinaan oleh Kakankemenag Kabupaten Sragen, serta diakhiri dengan penutup.
Dalam sambutannya, Umartono menyampaikan selayang pandang MTsN 2 Sragen. Ia menjelaskan bahwa MTsN 2 Sragen merupakan madrasah dengan wilayah yang cukup luas serta memiliki berbagai potensi yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, keberhasilan madrasah tidak terlepas dari kekompakan dan kerja sama seluruh guru dan tenaga kependidikan.
“Kami mohon arahannya, Bapak, agar Madsaneda selalu kompak, loyal, dan dapat bersaing dengan madrasah lain,” ungkap Umartono.
Sementara itu, Kakankemenag Kabupaten Sragen, Fatchur Rochman, dalam arahannya mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kedudukan yang sama sebagai manusia. Perbedaan yang ada merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Kita ini sama, hanya tusinya yang berbeda,” tegas Fatchur.
Ia kemudian menguraikan lima budaya kerja yang harus menjadi pedoman bagi seluruh ASN, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.
Budaya kerja pertama adalah integritas. Fatchur menjelaskan bahwa integritas tercermin dari keselarasan antara hati, perkataan, dan perbuatan.
“Bagaimana antara hati, perbuatan, dan perkataan itu sama. Inilah integritas. Mari memiliki integritas yang baik, laksanakan tugas panjenengan sebaik mungkin,” tuturnya.
Selanjutnya, ia menekankan pentingnya profesionalitas dalam melaksanakan tugas. Menurutnya, setiap guru dan tenaga kependidikan harus terus berupaya meningkatkan kualitas diri sehingga kinerjanya lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Bapak Ibu harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Kaitannya dengan media sosial, tolong disikapi dengan baik. Tolong lebih cermat dalam memilih dan memilah informasi yang tersedia,” pesannya.
Budaya kerja ketiga yang disampaikan adalah inovasi. Fatchur mendorong para guru untuk terus mengembangkan kompetensi, salah satunya melalui pendidikan lanjutan. Ia menyampaikan komitmennya untuk memberikan kemudahan dalam proses izin belajar bagi guru dan tenaga kependidikan.
“Saya akan permudah izin belajar Bapak Ibu semua, karena itu dapat meningkatkan kompetensi panjenengan. Banyak inovasi yang dapat panjenengan berikan di kelas,” jelasnya.
Ia juga berharap peningkatan pendidikan dan kompetensi tersebut dapat memberikan kontribusi langsung bagi kemajuan madrasah. Fatchur berpesan agar guru yang telah menyelesaikan pendidikan S2 maupun S3 tetap berkontribusi dan mengembangkan madrasah.
“Saya beri kemudahan panjenengan untuk belajar lagi, tapi saya mohon ketika nanti sudah lulus dari S2 atau S3, mohon jangan ajukan mutasi menjadi dosen. Di madrasah saja, kembangkan madrasah ini,” harapnya.
Lebih lanjut, Fatchur menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap madrasah semakin baik. Madrasah dinilai memiliki keunggulan karena tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan pembelajaran ibadah dan nilai-nilai keagamaan.
“Masyarakat saat ini memandang madrasah adalah tempat yang sesuai untuk menyekolahkan anak mereka, karena madrasah memiliki pembelajaran ibadah yang dapat membentuk anak-anak makin solih dan solihah,” ujarnya.

Budaya kerja keempat adalah tanggung jawab. Fatchur mengingatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan amanah yang diberikan.
Terakhir, ia menekankan pentingnya keteladanan. Menurutnya, guru dan tenaga kependidikan merupakan sosok yang setiap hari dilihat dan dicontoh oleh para murid. Oleh karena itu, perilaku positif harus senantiasa ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.
“Bapak Ibu semua dilihat dan dicontoh oleh seluruh murid di madrasah. Jadilah teladan yang baik,” pesannya.
Menutup arahannya, Fatchur juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Ia berharap seluruh warga MTsN 2 Sragen dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.
“Saya ingin madrasah sesuai dengan slogannya bahwa kebersihan sebagian dari iman. Tolong jaga kebersihan di madrasah,” pungkasnya.
Pembinaan tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 2 Sragen dalam menjalankan tugas, meningkatkan kompetensi, menjaga kekompakan, serta bersama-sama mewujudkan madrasah yang berintegritas, profesional, inovatif, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan bagi peserta didik. (zhr/enn)







