Sragen (Humas) – Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Hari Ikhsan Darmawan, menekankan pentingnya kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembinaan kepada ASN MTsN 7 Sragen, Senin (10/8).
Hari mengawali arahannya dengan mengingatkan pentingnya integritas dan keteladanan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, seorang guru maupun ASN tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mampu menunjukkan sikap yang dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.
“Keteladanan seorang guru sangat diperlukan. Integritas yang dimiliki akan mampu meningkatkan kolaborasi dan rasa kekeluargaan dalam rangka memajukan madrasah,” ungkapnya.
Untuk menjaga hal tersebut, Hari mengingatkan ASN agar disiplin menjalankan ketentuan kedinasan, termasuk dalam hal berpakaian dan melaksanakan tugas. Ia juga mendorong terbangunnya kebiasaan saling membantu dan bekerja sama, karena tanggung jawab dalam sebuah madrasah tidak dapat dijalankan secara sendiri-sendiri.
Sikap dalam menjalankan tugas tersebut, lanjutnya, juga menjadi bagian dari loyalitas kepada institusi dan pimpinan. ASN perlu memiliki komitmen untuk menjalankan arahan dan tanggung jawab kedinasan dengan sungguh-sungguh, sekaligus menjaga kepentingan organisasi dalam setiap pekerjaan.
Di balik pelaksanaan tugas tersebut, Hari mengajak ASN untuk kembali pada niat dalam bekerja. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan bukan sekadar rutinitas kedinasan, melainkan bagian dari pengabdian yang dapat bernilai ibadah ketika dijalankan dengan niat yang baik.
“Kerja keras menghasilkan pencapaian, kerja cerdas memperluas kemampuan, dan kerja ikhlas menjadikan pengabdian tidak terbatas. Karena itu, niatkan setiap pekerjaan sebagai ibadah dan bentuk bakti kepada kedua orang tua,” pesannya.
Hari menjelaskan, kerja keras berarti memberikan upaya terbaik dalam menyelesaikan tanggung jawab. Kerja cerdas dilakukan dengan terus belajar dan mengembangkan kemampuan agar pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif. Sementara kerja ikhlas mendorong ASN untuk menjalankan tugas dengan tulus dan tidak membatasi pengabdian pada kepentingan pribadi.
Melalui pembinaan tersebut, Hari mengajak ASN MTsN 7 Sragen untuk menjaga integritas dan kekompakan sekaligus terus mengembangkan kemampuan dalam bekerja. Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas diharapkan tidak berhenti sebagai pesan, tetapi menjadi cara ASN menjalankan tanggung jawab dan memaknai pengabdiannya. (swd/enn)







