Sragen (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen bekerja sama dengan Solo Peduli menggelar kegiatan Muharram Cinta Anak Yatim 1448 H/ 2026 M di Aula Kankemenag Sragen, Jumat (10/7). Melalui kegiatan ini, sebanyak 50 anak yatim menerima santunan, paket sembako, serta motivasi untuk terus semangat belajar dan meraih cita-cita.

Bantuan yang diberikan berupa uang saku bagi anak-anak serta paket sembako untuk orang tua atau wali yang merawat mereka. Selain itu, anak-anak juga diajak mengikuti dongeng Islami yang dikemas secara edukatif dan menghibur.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Fatchur Rochman, mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin dengan Solo Peduli dalam menghadirkan kebahagiaan bagi anak yatim.
“Alhamdulillah, kerja sama Kementerian Agama dengan Solo Peduli terus terjalin dengan baik. Ke depan kami berharap kolaborasi ini semakin kuat sehingga kepedulian kepada anak-anak yatim dapat terus diwujudkan secara berkelanjutan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka, menghadirkan kebahagiaan, dan menjadi amal keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.
Menurut Fatchur, perhatian kepada anak yatim merupakan implementasi nilai-nilai Islam yang menekankan kepedulian sosial, terlebih pada bulan Muharram yang identik dengan semangat berbagi dan memuliakan mereka yang membutuhkan.

CEO Solo Peduli, Sidik Anshori, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Muharram Cinta Anak Yatim yang dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sragen. Ia menjelaskan bahwa kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen telah berlangsung selama kurang lebih lima tahun dengan menggandeng berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ), termasuk Solo Peduli, dalam menyalurkan kepedulian kepada anak-anak yatim.
“Sekitar lima tahun ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen terus menunjukkan komitmennya untuk memuliakan anak yatim dengan menggandeng lembaga zakat, salah satunya Solo Peduli. Pada momentum Muharram tahun ini, Solo Peduli juga melaksanakan kegiatan serupa di Kabupaten Sragen sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang membutuhkan,” katanya.
Suasana kegiatan semakin meriah ketika anak-anak mengikuti dongeng Islami yang dibawakan Kak Ilham. Melalui cerita-cerita inspiratif yang disampaikan secara interaktif, anak-anak diajak menumbuhkan semangat belajar, percaya diri, berbakti kepada orang tua dan wali, serta optimistis dalam meraih masa depan.
Program Muharram Cinta Anak Yatim tidak hanya bertujuan memberikan bantuan materiil, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, perhatian, dan dukungan moral bagi anak-anak yatim.
Melalui kolaborasi antara Kementerian Agama, Solo Peduli, para donatur, dan masyarakat, diharapkan semakin tumbuh semangat berbagi serta kepedulian sosial sehingga anak-anak yatim dapat merasakan kasih sayang dan perhatian dari lingkungan sekitarnya. (irw/enn)








