Sragen (Humas) – Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi calon pengurus organisasi madrasah kembali digelar di MTsN 6 Sragen. Kegiatan yang berlangsung pada 21 s.d. 23 November 2025 tersebut dipusatkan di aula madrasah dan diikuti oleh 60 peserta yang terdiri atas pengurus OSIM dan Dewan Penggalang Pramuka masa bakti 2025–2026. Program tahunan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam membekali generasi muda dengan keterampilan kepemimpinan, kedisiplinan, serta tanggung jawab organisasi.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Jumat sore, ditandai dengan registrasi dan orientasi peserta. Mereka diperkenalkan pada struktur kegiatan yang dirancang untuk mengasah kemampuan dasar kepemimpinan melalui materi tematik, refleksi, hingga simulasi lapangan. Sejak awal sesi, para peserta terlihat antusias menerima arahan pembina dan pemateri yang menekankan pentingnya sikap percaya diri, tangguh, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Pada hari kedua, peserta menerima materi bertahap tentang kepemimpinan, motivasi growth mindset, manajemen organisasi, hingga public speaking. Seluruh sesi disampaikan dengan metode interaktif sehingga mendorong peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan mencoba mempraktikkan langsung teknik yang dipelajari. Latihan ini diharapkan dapat mengembangkan pola pikir berorientasi solusi sekaligus membentuk keterampilan komunikasi yang efektif.
Selain sesi materi, LDK juga diwarnai kegiatan spiritual seperti sholat berjamaah, mengaji, dan sholat tahajud. Di malam hari, peserta mengikuti jelajah malam yang menjadi tantangan tersendiri dalam melatih keberanian, kesabaran, serta kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan. Rangkaian kegiatan tersebut menempatkan peserta pada situasi yang menuntut kerja sama, sehingga membangun solidaritas yang kuat antar anggota.

Pembina OSIM MTsN 6 Sragen, Sri Isniyati Rahayu, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi juga pembentuk karakter siswa. “LDK menjadi wadah nyata bagi kalian untuk belajar memimpin, bukan hanya memerintah. Pemimpin itu hadir memberi teladan, bukan sekadar berada di depan,” ujarnya di hadapan peserta.
Hal senada juga disampaikan Pembina Pramuka, Subkhan. Ia menegaskan bahwa tantangan kepemimpinan di usia remaja harus disambut dengan keberanian dan kepekaan sosial. “Siapa pun bisa menjadi ketua, tetapi tidak semua mampu menjadi pemimpin. Pramuka mengajarkan kalian untuk bertanggung jawab, peka terhadap teman, dan siap melayani,” tutur Subkhan dalam sesi motivasi.
Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu, ditandai dengan outbound, ramah tamah, dan apel penutupan. Peserta yang selama tiga hari menjalani proses intensif menunjukkan perubahan sikap, mulai dari disiplin waktu, kemampuan bekerja sama, hingga keberanian tampil di depan publik. Mereka juga berkomitmen menjalankan amanah organisasi selama masa bakti yang telah ditetapkan.
Kepala MTs N 6 Sragen, Fandholin, dalam sambutannya berharap kegiatan ini menjadi fondasi penting bagi generasi kepemimpinan madrasah. “Kalian bukan hanya penerus organisasi, tetapi wajah sekolah ini di masa depan. Terus tumbuh, belajar, dan jadilah pemimpin yang memberi manfaat bagi sesama,” tegasnya sebelum menutup kegiatan secara resmi. (tm/enn)








