Sragen (Humas) – Guru dan pegawai MTsN 2 Sragen menjalani skrining kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Tanon II pada Selasa (30/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dinas Kesehatan yang menempatkan unit pendidikan sebagai jejaring kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang guru. Pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah, tekanan darah, lingkar badan, berat badan, dan tinggi badan.
Dokter Puskesmas Tanon II, dr. Novia, menjelaskan bahwa kesehatan guru harus terus dipantau agar mereka dapat menjalankan peran penting dalam pendidikan. “Unit pendidikan menjadi jejaring kesehatan yang memang selalu dipantau oleh puskesmas. Pemeriksaan ini penting agar para guru dan pegawai tetap sehat dalam menjalankan aktivitas mengajar,” terangnya.
Selain pemeriksaan, tenaga kesehatan juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat. Guru dan pegawai diingatkan agar tidak duduk terlalu lama di depan laptop tanpa jeda. “Setiap 30 menit, usahakan mengganti posisi atau memandang jauh ke luar ruangan agar mata tidak cepat lelah. Jangan lupa selalu sediakan botol minum di dekat meja kerja,” jelas dr. Novia.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga postur tubuh saat bekerja, tidak menyepelekan asam urat yang tinggi, serta rutin melakukan medical check up minimal enam bulan sekali. “Kadang yang kita anggap sepele, bisa menimbulkan gangguan otot, leher, dan pundak. Mari sadar bahwa kita perlu menjaga diri sendiri,” tambahnya.
Kepala MTsN 2 Sragen, Aris Suparlan, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “Guru dan pegawai adalah garda depan dalam pendidikan. Kesehatan mereka harus menjadi prioritas agar dapat terus mendidik dengan maksimal. Melalui skrining kesehatan ini, kami berharap para pendidik semakin sadar pentingnya menjaga tubuh tetap bugar,” ujarnya.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen madrasah dalam mendukung program kesehatan pemerintah sekaligus memastikan para guru dan pegawai selalu dalam kondisi prima, sehingga mampu memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi siswa. (zhr/enn)








