Sragen (Humas) – Dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadhan 1446 H, MIN 9 Sragen mengadakan Pesantren Ramadhan yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru (19/3/2025). Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman agama, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan membentuk karakter siswa yang kuat dalam iman dan takwa.
Pesantren Ramadhan kali ini menyajikan serangkaian kegiatan yang sarat makna, termasuk tadarus Al-Qur’an, dongeng Islami, berbagi takjil kepada masyarakat sekitar madrasah, buka puasa bersama, salat Tarawih berjamaah, dan kultum. Seluruh rangkaian kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkaya pengetahuan agama siswa tetapi juga untuk menciptakan suasana kebersamaan di antara warga madrasah.
Kegiatan pertama yang dimulai pada pagi hari adalah tadarus Al-Qur’an bersama seluruh siswa dan guru di masjid madrasah. Tadarus ini menjadi momen yang sangat penting untuk mendekatkan siswa dengan Al-Qur’an, sekaligus untuk meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an mereka. Dalam suasana penuh kekhusyukan, siswa-siswi MIN 9 Sragen berkesempatan untuk memperbaiki tajwid, menghafal surat-surat pendek, serta mempelajari makna dari ayat-ayat yang dibaca.
Kepala MIN 9 Sragen, Siti Marwiyah, mengungkapkan bahwa tadarus Al-Qur’an menjadi kegiatan utama yang sangat bermanfaat bagi siswa. “Tadarus Al-Qur’an ini kami jadikan sebagai sarana untuk mendekatkan anak-anak dengan Al-Qur’an. Kami berharap, selain meningkatkan keterampilan mereka dalam membaca Al-Qur’an, siswa juga dapat lebih memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Setelah tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan dongeng Islami yang mengisahkan perjalanan hidup nabi-nabi dan sahabat-sahabat Rasulullah SAW. Dongeng-dongeng ini tidak hanya menarik perhatian siswa, tetapi juga penuh dengan nilai-nilai moral dan keagamaan yang dapat diambil sebagai pelajaran hidup. Setiap cerita yang disampaikan mengandung pesan untuk memperkuat karakter dan akhlak siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Menurut Marjoko Susilo, selaku Ketua Panitia Pesantren Ramadhan, dongeng Islami memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak. “Melalui dongeng, anak-anak dapat belajar tentang keteladanan nabi dan sahabat dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Cerita-cerita ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi mereka dalam bertindak dengan baik,” kata Marjoko.
Pada sore hari, salah satu kegiatan yang menarik dalam Pesantren Ramadhan kali ini adalah berbagi takjil kepada masyarakat sekitar. Para siswa dan guru menyiapkan paket takjil yang dibagikan kepada warga yang melintas di sekitar lingkungan madrasah. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang diajarkan kepada siswa, untuk berbagi dengan sesama di bulan Ramadhan.
“Berbagi takjil ini adalah bentuk amal yang sangat sederhana tetapi memiliki makna yang dalam, terutama di bulan Ramadhan. Kami ingin siswa tidak hanya belajar ibadah di dalam madrasah, tetapi juga belajar untuk peduli dengan lingkungan sekitar,” kata Siti Marwiyah. Aksi berbagi takjil ini pun disambut dengan antusias oleh masyarakat sekitar, yang merasa senang mendapatkan berkah di bulan yang penuh rahmat ini.
Selanjutnya, seluruh siswa dan guru berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Buka puasa bersama menjadi waktu yang dinantikan oleh seluruh peserta, karena selain menikmati hidangan bersama, ini juga menjadi momen untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat tali silaturahmi antara keluarga besar MIN 9 Sragen. Kebersamaan dalam berbuka puasa semakin memperkuat hubungan di antara para siswa dan para guru.
Setelah berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan salat Tarawih berjamaah. Seluruh peserta Pesantren Ramadhan melaksanakan salat Tarawih dengan khusyuk di masjid madrasah. Salat ini merupakan bagian dari rutinitas ibadah di bulan Ramadhan yang sangat dinanti-nanti, dan menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan berbagai ajaran agama.
Pada setiap akhir salat Tarawih, diadakan kultum atau ceramah singkat yang mengangkat tema-tema keagamaan dan moral. Kultum kali ini memberikan wawasan kepada para siswa tentang pentingnya meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga akhlak selama bulan Ramadhan. “Kultum ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman agama dan mendorong siswa untuk terus meningkatkan kualitas ibadah mereka,” ujar Siti Marwiyah.
Kepala MIN 9 Sragen, Siti Marwiyah, memberikan apresiasi tinggi terhadap terlaksananya Pesantren Ramadhan ini. “Saya sangat bangga dengan antusiasme siswa dan guruyang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kami berharap, kegiatan ini tidak hanya memberikan bekal keagamaan bagi para siswa, tetapi juga bisa menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap ajaran Islam dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah di antara seluruh elemen madrasah,” ungkapnya.
Siti Marwiyah juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi para siswa. “Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, kami ingin agar para siswa dapat lebih memahami dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pesantren Ramadhan, Marjoko Susilo, menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan pelaksanaan acara tersebut. ” Pesantren Ramadhan ini adalah wadah yang sangat baik untuk mengajak siswa lebih mendalami ajaran Islam dalam suasana yang penuh kebersamaan. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini, dan semoga acara ini membawa manfaat yang besar bagi seluruh peserta,” ujar Marjoko.
Pesantren Ramadhan di MIN 9 Sragen ini menjadi bukti nyata dari upaya madrasah untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga kuat dalam iman dan takwa. Dengan kegiatan yang beragam seperti tadarus, dongeng Islami, buka puasa bersama, salat Tarawih, dan kultum, diharapkan seluruh peserta dapat merasakan kedamaian spiritual dan semakin mencintai ajaran Islam.
Melalui Pesantren Ramadhan ini, MIN 9 Sragen berharap agar setiap siswa dapat mengambil pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka, baik di bulan Ramadhan maupun sepanjang tahun. (kns/irw)