Yogyakarta (Humas) – Dalam upaya memperluas cakrawala literasi dan meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola kearsipan modern, MAN 1 Sragen menyelenggarakan kegiatan study observasi ke Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (29/1) diikuti oleh seluruh anggota Club Pecinta Buku (CPB) MAN 1 Sragen.
Rombongan yang didampingi langsung oleh Kepala MAN 1 Sragen, Kepala Perpustakaan, serta jajaran guru pendamping ini disambut hangat oleh Kepala Bidang Perpustakaan UGM, Wahyu Supriyanto, yang memberikan apresiasi atas antusiasme para siswa dalam mempelajari manajemen informasi di tingkat perguruan tinggi.

Kepala MAN 1 Sragen, Windrati dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan luar madrasah ini sebagai sarana penguatan karakter dan kompetensi siswa. Beliau menyampaikan bahwa literasi bukan sekadar membaca, melainkan memahami ekosistem informasi yang kompleks.
“Kami ingin siswa tidak hanya terpaku pada buku di perpustakaan madrasah, tetapi juga melihat bagaimana digitalisasi dan manajemen arsip dijalankan secara profesional di tingkat universitas. Melalui observasi ini, kami berharap para siswa yang tergabung dalam CPB memiliki standar berpikir yang lebih maju dan mampu menjadi agen perubahan dalam menghidupkan budaya baca di madrasah,” ujar Windrati.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Perpustakaan MAN 1 Sragen, Isnaini Desi Anasari menyatakan bahwa fokus utama dari kunjungan ini adalah mempelajari sistem katalogisasi dan pemeliharaan dokumen yang sistematis. Menurutnya, pengalaman melihat langsung proses restorasi arsip dan layanan digital di UGM akan sangat berguna bagi pengembangan Perpustakaan MAN 1 Sragen ke depannya.
“Kunjungan ke Perpustakaan dan Arsip UGM ini adalah langkah nyata bagi para pengurus CPB untuk belajar mengenai efisiensi layanan pemustaka. Saya ingin mereka memahami bahwa arsip dan perpustakaan adalah jantung dari ilmu pengetahuan yang harus dikelola dengan teknologi dan ketelitian tinggi agar tetap relevan di era digital saat ini,” jelas Isnaini.

Antusiasme juga tampak jelas dari para siswa CPB yang secara aktif mencatat dan berdiskusi dengan petugas perpustakaan UGM. Salah satu siswa anggota CPB, Ikrima mengungkapkan kekagumannya terhadap koleksi naskah dan kemudahan akses informasi yang ada di lokasi tersebut.
“Saya sangat terpukau melihat bagaimana arsip-arsip sejarah disimpan dengan sangat rapi dan bisa diakses melalui sistem digital yang canggih. Pengalaman ini benar-benar membuka mata kami bahwa perpustakaan bisa menjadi tempat yang sangat modern dan seru. Saya tidak sabar untuk membawa ide-ide baru dari sini untuk diterapkan dalam kegiatan Club Pecinta Buku di madrasah nanti,” ungkapnya.
Melalui kegiatan study observasi ini, MAN 1 Sragen menaruh harapan besar agar seluruh anggota CPB mampu mengadopsi disiplin dan inovasi yang mereka temui di UGM. Selain sebagai penyegaran akademik, kunjungan ini diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit pustakawan muda yang terampil dan berwawasan luas.
Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai manajemen arsip dan perpustakaan, diharapkan tata kelola literasi di MAN 1 Sragen dapat terus meningkat, sehingga mampu mendukung prestasi akademik siswa secara berkelanjutan dan melahirkan generasi yang cinta ilmu pengetahuan. (sr/sbs/enn)







