Jakarta (Humas) – MA Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen mengambil langkah nyata menuju pendidikan global. Kepala MA DIMSA, Fuad Ibrahim, menegaskan kesiapan sekolah memfasilitasi santri melanjutkan studi ke universitas-universitas unggulan di Turki saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Universitas Turki, Senin (26/1).
FGD yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tersebut diikuti oleh sekitar 25 universitas terkemuka dari Turki. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kerja sama pendidikan Indonesia–Türkiye serta membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia, khususnya santri, untuk mengakses pendidikan tinggi internasional.

Dalam forum diskusi, Fuad Ibrahim menyampaikan bahwa MA DIMSA tidak hanya mendorong santri untuk berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga menyiapkan mereka agar mampu bersaing di level global. Fasilitasi studi ke luar negeri, khususnya ke Turki, dipandang sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas lulusan dan penguatan wawasan internasional santri.
Menurutnya, penguasaan akademik yang dibarengi dengan pengalaman internasional akan menjadi modal penting bagi santri dalam menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, MA DIMSA berkomitmen membangun jejaring dan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri yang memiliki reputasi baik.
Kegiatan FGD ini juga diisi dengan sambutan dari Atase Pendidikan Republik Turki untuk Indonesia, Mr. Selman Özden. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan hubungan bilateral di bidang pendidikan serta menyampaikan bahwa universitas-universitas Turki membuka peluang luas bagi pelajar Indonesia melalui berbagai program dan skema kerja sama yang tersedia.
Partisipasi MA DIMSA dalam FGD tersebut menegaskan peran aktif sekolah dalam memperluas akses pendidikan global serta menyiapkan santri yang berdaya saing dan berwawasan internasional. (ibm/enn)







