Sragen (Humas) – MTsN 7 Sragen bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama Miri mengadakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). BRUS dilaksanakan pada Kamis (20/11), menyasar siswa yang duduk di bangku kelas 8.

Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Kepala KUA Miri Chabibullah Al-Qomar, juga Widodo dan Dewi Anisah selaku Penyuluh Agama Islam KUA Miri. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.30 WIB.
Adapun empat materi yang disampaiakan dalam kegiatan BRUS meliputi Perspektif Pencegahan Perkawinan Anak dan Pencegahan Stunting disampaikan oleh Chabibullah Al-Qomar. Sementara Dewi Anisah menyampaikan materi sesi kedua yaitu Remaja Sehat Terampil Mengelola Diri dan Anti Bullying di Sekolah. BRUS Remaja Qeren Qur’ani menjadi materi terakhir yang disampaikan oleh Widodo.

Kepala MTsN 7 Sragen, Nurul Ngaini, menyampaikan pesan bahwa pentingnya pembinaan remaja secara mental dan spiritual di tengah arus tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia juga berpesan agar seluruh siswa mampu mengikuti kegiatan dengan baik.
“Kegiatan BRUS ini sangat penting untuk membekali siswa dalam mengelola kecerdasan emosional dan spiritual. Remaja harus berpikir positif, memiliki arah, dan tujuan hidup yang jelas. Ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh supaya mendapatkan hikmah yang maksimal,” pesannya.
Chabibullah, dalam materinya menyampaikan bahwa akhir-akhir ini marak terjadi pernikahan dini. Ia mendorong siswa untuk mengembangkan diri dan tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah di usia dini.
“Akhir-akhir ini banyak pernikahan di bawah umur, bahkan 40% terjadi karena hamil di luar nikah. Hati-hatilah kalian jangan mudah pacaran. Sekolahlah dengan benar dan kembangkan bakatmu secara maksimal,” tambahnya.
Kegiatan BRUS ini diharapkan dapat membekali para siswa MTsN 7 Sragen tentang pentingnya perencanaan masa depan yang matang dan bijak dalam mengambil keputusan. Harapannya para siswa terhindar dari pergaulan bebas dan pernikahan dini.(ns/enn)









