Sragen (Humas) – Siswa MAN 3 Sragen menerima pemeriksaan kesehatan terpadu dari Puskesmas Kalijambe, Rabu (1/10). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan serta meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kondisi fisik di usia remaja.
Kegiatan melibatkan tim medis dari Puskesmas Kalijambe yang melakukan serangkaian pemeriksaan; pengukuran tekanan darah, wawancara gejala ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), scabies, kusta, pemeriksaan mata, telinga, gigi, pembengkakan kelenjar gondok, pemeriksaan gula darah, dan kadar hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi risiko anemia terutama pada remaja putri.

Setelah pemeriksaan, siswa juga diberikan edukasi mengenai anemia, termasuk pentingnya asupan gizi seimbang, konsumsi tablet tambah darah (TTD), serta dampak anemia terhadap konsentrasi belajar dan produktivitas.
Salah satu tenaga medis Puskesmas Kalijambe, Ika Minda Agustina, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif yang menyasar kelompok remaja, sebagai usia rawan terhadap beberapa masalah kesehatan.
“Pemeriksaan ini penting agar siswa bisa mengetahui kondisi kesehatannya. Kami juga ingin menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Sragen, Mariyo, menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kerja sama dengan Puskesmas Kalijambe dapat terus berlanjut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Siswa mendapatkan pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan profesional, sekaligus edukasi yang relevan untuk usia mereka,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung di lingkungan madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Para siswa pun tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mengaku senang karena bisa mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih jelas dan mendapatkan edukasi langsung dari tenaga medis.
Dengan adanya kegiatan skrining kesehatan ini, diharapkan para siswa MAN 3 Sragen dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Upaya preventif seperti ini menjadi langkah strategis untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan lebih awal, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat. (us/enn)









