Yogyakarta (Humas) – Sebanyak 50 siswa yang tergabung dalam Club Pecinta Buku (CPB) MAN 1 Sragen melakukan langkah nyata untuk memperdalam wawasan literasi dengan menyambangi kantor harian Tribun Jogja di Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta, pada Kamis (29/1). Didampingi langsung oleh Kepala MAN 1 Sragen, Kepala Perpustakaan, serta jajaran guru pendamping, rombongan ini disambut hangat oleh tim redaksi dalam sebuah kegiatan studi observasi jurnalistik yang edukatif. Kunjungan ini dirancang untuk menjembatani teori yang dipelajari siswa di bangku madrasah dengan praktik nyata di industri media profesional, sehingga siswa dapat memahami bagaimana sebuah informasi dikelola dari hulu hingga hilir.

Dalam sesi pemaparan materi, tim Tribun Jogja mengupas tuntas perjalanan panjang media ini, mulai dari sejarah berdirinya sebagai surat kabar cetak hingga transformasinya menjadi kekuatan media digital yang relevan di masa kini. Siswa diberikan gambaran mengenai tantangan jurnalisme di tengah pesatnya arus media sosial dan pentingnya menjaga kredibilitas berita. ” Kalau dulu wartawan hanya bertugas membuat tulisan dan foto, sekarang sudah berkembang, harus memiliki kemampuan videografer, membuat laporan secara langsung sebagai seorang presenter dan kemampuan lainnya,” ungkap Editor Video Tribun Jogja, Mona Kresdinar.
Antusiasme peserta semakin memuncak saat mereka diajak melakukan office tour untuk melihat langsung jantung operasional Tribun Jogja. Para siswa dan guru berkesempatan mengamati ruang redaksi, melihat kecanggihan perangkat di studio produksi konten visual, hingga menyaksikan kemegahan mesin-mesin di ruang percetakan yang masih aktif memproduksi koran harian. Kepala MAN 1 Sragen, Windrati, menyatakan bahwa pengalaman ini sangat berharga bagi perkembangan karakter dan keterampilan siswa. “Kami ingin membuka cakrawala siswa bahwa dunia tulis-menulis memiliki spektrum yang sangat luas. Melalui observasi langsung ke dapur redaksi dan percetakan ini, diharapkan mereka memahami bahwa sebuah karya jurnalistik yang berkualitas lahir dari kerja keras, ketelitian, dan integritas yang tinggi,” tegasnya.

Pengalaman melihat langsung proses produksi media ini memberikan kesan mendalam bagi para anggota Club Pecinta Buku (CPB). Banyak siswa yang merasa takjub dengan kompleksitas di balik selembar koran atau satu tautan berita digital yang mereka baca sehari-hari. Natasya, salah satu siswa CPB yang ikut dalam rombongan, mengungkapkan kegembiraannya dapat melihat proses produksi dari dekat. “Kunjungan ini sangat menginspirasi kami. Melihat ruang redaksi yang dinamis dan studio yang keren membuat saya sadar bahwa menjadi jurnalis itu sangat menantang. Saya jadi lebih bersemangat untuk memajukan mading dan buletin madrasah kami setelah pulang dari sini,” ungkapnya.
MAN 1 Sragen berharap, melalui kegiatan studi observasi ini, para siswa CPB MAN 1 Sragen dapat mengadopsi etos kerja profesional jurnalistik untuk diterapkan dalam organisasi madrasah, meningkatkan kualitas literasi digital siswa, serta mampu mencetak generasi muda yang kritis dalam memilah informasi dan terampil dalam mengemas gagasan melalui tulisan. Siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi yang pasif, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu memproduksi konten-konten edukatif dan inspiratif di lingkungan madrasah maupun masyarakat luas. (sr/sbs/enn)







