Sragen (Humas)- Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka rutin di MTsN 2 Sragen kembali dilaksanakan pada Jumat (13/2). Kegiatan kali ini mengangkat materi semaphore dengan tagline “Belajar Semaphore, untuk Komunikasi Aku dan Kamu”.
Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dengan apel pembukaan yang berlangsung tertib dan penuh semangat. Selanjutnya, peserta mengikuti absensi dan doa pembuka sebagai bentuk pembiasaan disiplin dan religius dalam setiap aktivitas kepramukaan.
Materi semaphore disampaikan oleh kakak-kakak Dewan Penggalang kelas VIII dan IX. Mereka menjelaskan pengertian semaphore, fungsi, serta pentingnya keterampilan ini sebagai salah satu teknik dasar kepramukaan yang wajib dikuasai oleh anggota Pramuka.
Semaphore memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi alternatif, terutama dalam kondisi darurat atau di wilayah yang sulit dijangkau dan minim sinyal. Selain itu, keterampilan ini juga melatih anggota Pramuka untuk berpikir cepat, fokus, serta meningkatkan kerja sama dan kekompakan antaranggota.

Pembina Pramuka MTsN 2 Sragen, Kharisma, menyampaikan bahwa pembelajaran semaphore tidak hanya menekankan pada kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
“Melalui latihan semaphore, siswa dilatih untuk fokus, sigap, dan mampu bekerja sama. Ini adalah bekal penting bagi Pramuka, terutama saat menghadapi kondisi darurat di lapangan,” ujar Kharisma.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik semaphore oleh adik-adik Pramuka Penggalang kelas VII. Dengan pendampingan kakak Dewan Penggalang dan pembina, para peserta tampak antusias mempraktikkan gerakan semaphore secara berpasangan dan berkelompok.
Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka rutin ini ditutup dengan apel penutupan dan doa pada pukul 15.15 WIB. Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Pramuka MTsN 2 Sragen semakin terampil dalam komunikasi, memiliki kepekaan terhadap situasi darurat, serta mampu mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. (zhr/enn)







