Sragen (Humas) – Gemuruh selawat dan deru kesenian tradisional memadati jalanan Kecamatan Gondang pagi ini. Sebanyak 800 santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Plosorejo turun ke jalan dalam rangka Pawai Semarak Ramadan 2026.
Di bawah asuhan tokoh kharismatik, Abah Syarif Hidayatulloh H., aksi syiar ini sukses “menggetarkan” wilayah Desa Plosorejo hingga Desa Wonotolo.


Sinergi Religi dan Budaya yang Memukau
Pawai yang dimulai pukul 07.00 WIB ini menampilkan wajah pesantren yang inklusif dan mencintai budaya bangsa. Masyarakat yang memadati rute dari Pondok menuju Tugu Tlogojati hingga Alun-alun Wonotolo dibuat terpukau oleh perpaduan apik antara:
- Gema Sholawat: Lantunan pujian kepada Nabi Muhammad Saw. yang dibawakan grup rebana santri, membawa suasana syahdu nan religius.
- Seni Reog Ganong & Warok: Penampilan energetik kesenian tradisional ini memberikan warna berbeda, menunjukkan bahwa santri Nurul Huda tetap berpijak pada kearifan lokal.
Dukungan Penuh Forum Kepala Madrasah
Kesuksesan acara berskala besar ini tidak lepas dari manajerial yang solid. Ketua Panitia, Maryo Ganta Saputra, tampak sigap mengawal jalannya pawai. Kesuksesan ini didampingi langsung oleh jajaran Forum Kepala Madrasah (Kamad) Nurul Huda, yakni: Sudarmi, S.Pd.I., Hj. Endang Susilowati, M.Pd.I., Agus Setiawan, S.Pd., M.Pd.I., Budi Marwoko, S.Pd., M.Pd.I.
Kehadiran para pimpinan madrasah ini mempertegas soliditas pendidikan di bawah naungan Yayasan Nurul Huda dalam mencetak generasi santri yang kreatif dan berakhlakul karimah.
Apresiasi Luar Biasa dari Warga
Ribuan warga yang menyaksikan di sepanjang jalan hingga pusat Alun-alun Wonotolo memberikan apresiasi luar biasa. Mereka mengaku bangga melihat ribuan santri yang tertib namun tetap tampil atraktif.
“Ini benar-benar luar biasa. Arahan dari Abah Syarif Hidayatulloh H. dan kerja keras para guru di sini membuahkan hasil. Desa kami jadi sangat meriah menyambut Ramadan tahun ini,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan ditutup dengan kembalinya rombongan santri ke kompleks pondok melalui jalur Dawung dengan tertib. Geliat madrasah hari ini menjadi bukti nyata bahwa Ponpes Nurul Huda Plosorejo adalah pilar penting dakwah dan budaya di Kabupaten Sragen. (ags/enn)







