Sragen (Humas) – Peserta didik MTsN 2 Sragen mendapat penguatan tentang cita-cita, karakter, serta pentingnya menjaga kesehatan melalui program Dharma Wanita Mengajar yang digelar DWP Kemenag Sragen, Senin (28/9). Kegiatan berlangsung di ruang kelas VIII H dan diikuti seluruh peserta didik kelas tersebut bersama guru pendamping.
Pembelajaran dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, dialog, dan tanya jawab. Materi yang diberikan tidak hanya mendorong siswa untuk memiliki cita-cita, tetapi juga mengajak mereka mengenali potensi diri serta memahami pentingnya menjaga perilaku dan kesehatan selama masa sekolah.
Kepala MTsN 2 Sragen, Umartono, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan kepada siswa menjadi bagian penting dalam mendukung semangat belajar dan pengembangan potensi peserta didik.
“Kami mendorong semangat belajar seluruh murid sesuai kontrak prestasi. Alhamdulillah, seluruh warga madrasah melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. Selamat bergabung di madrasah dalam kegiatan Dharma Wanita Mengajar. Semoga ibu-ibu Dharma Wanita senantiasa sehat dan panjang umur,” ujar Umartono.
Budaya hidup bersih dan sehat yang diterapkan di MTsN 2 Sragen juga mendapat apresiasi dari Ketua DWP Kemenag Sragen, Mujiyati Fatchur Rohman. Ia menilai kebiasaan sederhana yang dilakukan siswa menunjukkan adanya budaya positif di lingkungan madrasah.
“Lingkungannya hijau. Seluruh murid membawa alat makan sendiri untuk jajan. Sangat luar biasa. Dapat dipertahankan dan dilanjutkan kebiasaan baik yang sudah terbentuk,” ungkapnya.
Dalam sesi utama, Maghfiroh, PAIF Kemenag Sragen, mengajak siswa untuk mulai mengenali potensi diri dan memiliki cita-cita. Ia mengingatkan bahwa masa sekolah perlu dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan.
“Seusia kalian, ayo gantungkan cita-cita setinggi langit. Jodoh, rezeki, dan maut sudah ditakdirkan Allah Swt. Tugas kalian sekarang adalah belajar, raih cita-cita,” pesannya.

Selain membahas cita-cita, Maghfiroh memberikan penguatan mengenai kesehatan jasmani dan rohani. Siswa diajak menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, seperti pergaulan bebas, tawuran, perundungan, dan kebiasaan merokok.
“Jangan menjadi pelaku bullying. Jika melihat bullying di madrasah, segera lapor kepada guru. Dua puluh lima tahun yang akan datang, kalian yang akan memimpin negara ini. Jangan coba-coba merokok, kita harus menjaga kesehatan masing-masing,” tuturnya.
Ia juga mengajak siswa memanfaatkan masa sekolah dengan berfokus pada pendidikan dan pengembangan diri. Pesan tersebut disampaikan agar siswa memiliki ruang yang cukup untuk belajar, mengenali kemampuan, dan mempersiapkan langkah menuju cita-cita.
Suasana pembelajaran berlangsung hangat dan komunikatif. Siswa aktif menyimak materi serta mengikuti sesi tanya jawab dengan fasilitator. Interaksi tersebut membuat pesan yang disampaikan lebih dekat dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari mereka.
Melalui kegiatan ini, siswa MTsN 2 Sragen tidak hanya memperoleh tambahan wawasan, tetapi juga penguatan untuk membangun kebiasaan positif, menjaga kesehatan, dan mempersiapkan masa depan melalui proses belajar yang dijalani saat ini. (zhr/enn)







