Sragen (Humas) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik MIN 9 Sragen dalam ajang Lomba Frasa yang diselenggarakan di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat pada Sabtu (12/9), dua peserta didik MIN 9 Sragen berhasil membawa pulang penghargaan pada kategori yang berbeda.
Jihad Aida Putri yang berhasil meraih Juara 2 kategori Baca Puisi, serta Ikhsan Nurrokhim yang sukses meraih Juara Harapan 1 kategori Dongeng Jawa. Dua capaian tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik MIN 9 Sragen memiliki potensi yang kuat dalam bidang seni, sastra, sekaligus pelestarian budaya daerah.
Ajang Lomba Frasa menjadi salah satu wadah bagi peserta didik untuk mengasah kreativitas, keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta mengekspresikan bakat mereka melalui berbagai cabang lomba. Keikutsertaan dalam kompetisi tersebut juga memberikan pengalaman berharga bagi peserta didik untuk berani tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan peserta maupun dewan juri.
Dalam kategori Baca Puisi, Jihad Aida Putri tampil dengan penuh percaya diri. Kemampuan dalam menghayati isi puisi, mengolah vokal, ekspresi, serta penguasaan panggung menjadi bagian penting yang mengantarkannya meraih posisi kedua.
Sementara itu, pada kategori Dongeng Jawa, Ikhsan Nurrokhim menunjukkan kemampuan dalam bertutur menggunakan bahasa Jawa. Penampilannya menjadi salah satu bentuk nyata upaya mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa serta budaya Jawa.
Kepala MIN 9 Sragen, Siti Marwiyah, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih kedua peserta didiknya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses latihan, kerja keras, keberanian, serta dukungan dari berbagai pihak.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Jihad Aida Putri dan Ikhsan Nurrokhim dalam Lomba Frasa. Juara 2 Baca Puisi dan Juara Harapan 1 Dongeng Jawa merupakan capaian yang patut diapresiasi. Prestasi ini menunjukkan bahwa anak-anak MIN 9 Sragen memiliki potensi yang luar biasa apabila diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat,” ujar Siti Marwiyah.
Ia menambahkan bahwa prestasi bukan semata-mata tentang memperoleh piala atau menjadi juara, tetapi juga tentang proses yang dilalui peserta didik untuk membangun karakter, kepercayaan diri, kedisiplinan, dan semangat untuk terus belajar.
“Kami berharap capaian ini tidak membuat anak-anak cepat berpuas diri, tetapi justru menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Kepada seluruh peserta didik MIN 9 Sragen, jangan takut untuk mencoba, jangan takut tampil, dan teruslah mengembangkan bakat yang dimiliki. Madrasah akan terus memberikan dukungan terhadap setiap potensi dan prestasi anak-anak,” lanjutnya.
Prestasi Jihad dan Ikhsan sekaligus menjadi kabar positif bagi MIN 9 Sragen dalam mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi pengembangan bakat dan minat peserta didik.
Baca puisi dan dongeng Jawa menjadi dua bidang yang memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter sekaligus pelestarian budaya. Melalui kegiatan semacam ini, peserta didik diajak untuk mengenal sastra, mengasah kemampuan berbicara, meningkatkan rasa percaya diri, serta mencintai kekayaan bahasa dan budaya daerah.
Capaian tersebut juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk berani mengikuti berbagai kompetisi dan mengembangkan potensi masing-masing. Dukungan guru, orang tua, dan madrasah menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendorong peserta didik untuk tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, kreatif, berprestasi, dan berkarakter.
Dengan diraihnya dua penghargaan dalam Lomba Frasa, MIN 9 Sragen kembali menunjukkan komitmennya untuk terus mendampingi peserta didik dalam mengembangkan potensi mereka di berbagai bidang. Semoga prestasi ini menjadi pijakan untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya serta menginspirasi seluruh peserta didik MIN 9 Sragen untuk terus berkarya dan berprestasi. (kns/enn)







