Sragen (Humas) – Semangat bulan suci Ramadan tidak menyurutkan dedikasi para pendidik dan tenaga kependidikan di MTsN 5 Sragen untuk terus meningkatkan profesionalitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Justru di tengah suasana penuh berkah, madrasah memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan tata kelola kinerja.
Pada Kamis (19/2) bertempat di lingkungan MTsN 5 Sragen, seluruh guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan Sosialisasi Implementasi Kurikulum Madrasah (IKM) dan Penyusunan SKP e-Kinerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan ASN dalam melaksanakan kurikulum terbaru sekaligus mengoptimalkan sistem penilaian kinerja berbasis digital.
Kegiatan diawali dengan kultum Ramadan yang disampaikan oleh Dasuki. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan momentum untuk menjaga hati, lisan, pandangan, serta pikiran.
“Puasa harus mampu membentuk pribadi yang lebih baik. Jika ibadah dan kinerja kita meningkat, insyaAllah kita berada di jalan menuju surga Allah,” tuturnya. Ia juga menegaskan bahwa profesionalitas dan spiritualitas harus berjalan beriringan.
Selanjutnya, sosialisasi IKM disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Sriyanti Pamungkasati. Ia menjelaskan bahwa Implementasi Kurikulum Madrasah merupakan perpaduan antara pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Pendekatan ini menekankan pembelajaran yang mendalam dan bermakna, sekaligus menumbuhkan karakter peserta didik melalui nilai kasih sayang, empati, dan akhlak mulia. Dengan penerapan IKM, diharapkan pembelajaran di kelas semakin kontekstual, reflektif, dan berorientasi pada penguatan karakter.
Sementara itu, Kepala Madrasah memandu langsung sesi penyusunan SKP e-Kinerja. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pemahaman yang tepat dalam pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) berbasis digital sebagai instrumen penilaian kinerja ASN.
Melalui sistem e-Kinerja, setiap ASN dituntut mampu merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi tugas secara terukur, sistematis, dan akuntabel. Ia juga memaparkan secara rinci bukti fisik yang harus diunggah dalam sistem sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa bulan Ramadan bukanlah penghalang untuk terus berinovasi. Sebaliknya, suasana spiritual yang kuat justru menjadi energi positif bagi seluruh civitas akademika MTsN 5 Sragen untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola madrasah.
Dengan terselenggaranya sosialisasi IKM dan SKP e-Kinerja ini, seluruh guru dan tenaga kependidikan diharapkan semakin siap menghadapi dinamika dunia pendidikan, sekaligus mampu memberikan layanan pendidikan yang profesional, berkualitas, dan penuh keteladanan bagi peserta didik. (ma/dpw/enn)







