Sragen (Humas) — MTsN 2 Sragen secara konsisten menerapkan budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam) sebagai bagian dari pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Penerapan budaya tersebut terus dilaksanakan oleh seluruh guru dan pegawai, Selasa (10/2), sebagai upaya memperkuat karakter peserta didik.

Pelaksanaan budaya 3S tampak sejak pagi hari, khususnya saat guru dan pegawai menyambut kedatangan siswa di gerbang madrasah. Dengan senyum ramah, sapaan hangat, dan salam penuh keakraban, tercipta suasana madrasah yang nyaman, aman, dan menyenangkan.
Plt. Kepala MTsN 2 Sragen, Umartono, menyampaikan bahwa pembiasaan 3S merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar dalam membangun sikap dan kepribadian siswa.
“Budaya 3S kami terapkan setiap hari agar peserta didik terbiasa bersikap santun, saling menghargai, dan memiliki rasa kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keteladanan dari guru dan pegawai menjadi faktor utama keberhasilan pembiasaan tersebut.
“Anak-anak belajar tidak hanya dari materi pelajaran, tetapi juga dari contoh nyata yang mereka lihat dan rasakan setiap hari di madrasah,” tambah Umartono.
Tidak hanya guru, seluruh pegawai dan tenaga kependidikan di MTsN 2 Sragen turut berperan aktif dalam pelaksanaan budaya 3S. Kebersamaan ini menjadi teladan langsung bagi peserta didik dalam membangun interaksi sosial yang positif dan berakhlak mulia.
Melalui penerapan budaya 3S secara berkelanjutan, MTsN 2 Sragen berharap dapat mewujudkan lingkungan madrasah yang harmonis serta mendukung terbentuknya generasi yang berkarakter, disiplin, dan berakhlak mulia. (zhr/enn)











