Sragen (Humas) – MTsN 6 Sragen menggelar peringatan Milad ke-30 pada Rabu (26/11). Acara diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan rangkaian kegiatan sejak pagi hingga siang hari. Agenda dimulai pukul 07.00 WIB melalui registrasi peserta jalan sehat yang disertai penataan barisan oleh panitia. Kegiatan tersebut menjadi pembuka sekaligus momentum untuk menghadirkan suasana kebersamaan warga madrasah.
Suasana semakin semarak ketika jalan sehat resmi dilepas pada pukul 07.30 WIB. Pelepasan dilakukan oleh Kepala Madrasah, Fandholin, bersama Ketua Panitia Milad, Sunardi. Sepanjang rute, para peserta menampilkan yel-yel kekompakan untuk penilaian lomba. Panitia juga menugaskan tim pengatur barisan guna memastikan jalannya rombongan tetap rapi, tertib, dan aman hingga kembali ke titik finish.

Setelah seluruh peserta kembali, acara utama dimulai di halaman madrasah. Pembawa acara, Yasin Muammar dan Salsabila, mengajak seluruh hadirin membuka kegiatan dengan membaca surat Al-Fatihah untuk memohon keberkahan. Seluruh peserta kemudian menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars MTsN 6 Sragen yang dipandu dirijen siswa dari kelas 7A, menambah nuansa khidmat sekaligus kebanggaan terhadap madrasah.
Sunardi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama seluruh elemen madrasah yang telah menyelenggarakan Milad ke-30. Ia menuturkan bahwa perayaan ini bukan sekadar acara tahunan, tetapi juga sarana memperkuat hubungan antar warga sekolah dan menumbuhkan keberanian siswa dalam berkarya. Sunardi berharap kegiatan tersebut menjadi ruang tumbuhnya kreativitas siswa serta menjadi bagian dari pembinaan karakter.
Kepala Madrasah, Fandholin, turut menyampaikan sambutan mengenai perjalanan panjang MTsN 6 Sragen yang telah memasuki usia tiga dekade. Ia menyebut bahwa pencapaian madrasah lahir dari komitmen bersama antara guru, siswa, dan masyarakat. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, kemandirian, serta tanggung jawab. Ia mengajak seluruh warga madrasah untuk terus berjuang dan tidak mudah puas dengan capaian yang ada.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh M. Fahruddin, kemudian prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Pada kesempatan tersebut, panitia mengadakan pemberian santunan dan paket sembako kepada siswa yatim sebagai wujud kepedulian sosial. Momen ini menjadi pengingat bahwa Milad bukan hanya perayaan, tetapi juga ruang berbagi dan memperkuat rasa empati antaranggota komunitas sekolah.
Agenda selanjutnya berupa pentas seni siswa yang menampilkan 13 kelas secara bergantian. Para siswa menampilkan berbagai bakat, mulai dari musik, puisi, tari, hingga drama. Di setiap pergantian tampil, panitia membagikan doorprize untuk menjaga semangat penonton dan menghindari jeda kosong. Suasana lapangan tetap hidup hingga sesi terakhir, dengan sorakan dan tepuk tangan yang mengiringi setiap penampilan.
Menjelang penutupan, seluruh peserta diajak bernyanyi bersama lagu “Kemesraan” dan “Kapan-Kapan” sebagai simbol kebersamaan. Lagu tersebut menjadi penutup yang hangat sebelum acara resmi ditutup pada pukul 11.30 WIB. Milad ke-30 MTsN 6 Sragen meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga madrasah, menghadirkan semangat baru untuk terus melangkah, berprestasi, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan. (tm/enn)








