Sragen (Humas) – Gerakan Pramuka MAN 1 Sragen mengadakan kegiatan pelatihan kepemimpinan yang diperuntukkan bagi Dewan Ambalan pada Rabu (1/10). Kegiatan ini diikuti oleh 49 peserta Dewan Ambalan bertujuan untuk membekali para anggota dengan keterampilan leadership, khususnya dalam hal etika berbicara di depan publik.
Kepala MAN 1 Sragen, Windrati menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pelatihan semacam ini adalah investasi penting bagi masa depan madrasah.
“Kami tidak hanya mencetak siswa cerdas akademik, tetapi juga pemimpin yang berkarakter dan berani berbicara. Kami berharap Dewan Ambalan ini tidak hanya mahir dalam baris-berbaris, tetapi juga piawai dalam memimpin diskusi dan menjadi teladan komunikasi yang baik di depan anggotanya,’” ujarnya.
Pelatihan ini diharapkan menjadi jembatan bagi anggota Dewan Ambalan untuk menjalankan tugas pembinaan dengan lebih profesional dan berwibawa.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Didik Rahayu, yang memberikan materi mengenai teknik berbicara di depan umum serta etika dalam menyampaikan gagasan.
Dalam paparannya, ia mengatakan, “Berbicara di depan umum bukan sekadar menyampaikan kata-kata, tetapi bagaimana kita bisa menyentuh hati audiens dengan bahasa yang mudah dipahami yang bersumber dari penguasaan materi yang matang. Seorang pemimpin harus mampu menyampaikan ide dengan sikap percaya diri dan tetap menghargai pendengar.”
Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Salah satu anggota Dewan Ambalan, Aulia Ahmad Hanafi, mengungkapkan kesannya setelah menerima materi. “Dulu, saya selalu gugup kalau harus menyampaikan materi ke adik-adik kelas. Setelah pelatihan ini, saya lebih percaya diri dan mengetahui cara menata kalimat serta mengendalikan rasa cemas. Rasanya sangat bermanfaat dan membuat kami lebih siap memimpin,” tuturnya.
Melalui pelatihan kepemimpinan ini, Dewan Ambalan MAN 1 Sragen diharapkan mampu mengembangkan potensi diri sekaligus menjadi kader pemimpin yang berkarakter. Kegiatan tersebut juga menjadi bukti komitmen madrasah dalam mendukung pembinaan siswa melalui kepramukaan, sehingga tercipta generasi muda yang disiplin, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (sr/sbs/enn)









