Sragen (Humas) – Sorak-sorai menggema dari halaman MTsN 5 Sragen pada Selasa (9/9). Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Harornas), seluruh warga madrasah larut dalam semangat kebersamaan melalui kegiatan bertajuk “Gembira, Lincah, Lestari”. Tema ini seolah menjadi nyawa dari rangkaian acara yang sarat makna budaya dan semangat sportifitas.

Kegiatan yang digelar sejak pagi ini diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan jalan sehat mengelilingi lingkungan sekitar madrasah, dan ditutup dengan sorotan utama: permainan tradisional Indonesia, yaitu bakiak dan gobak sodor.
Guru olahraga mulai kelas 7, 8, dan 9 tampil sebagai motor penggerak kegiatan. Mereka tak hanya menjadi panitia, namun juga ikut berbaur dalam keceriaan siswa, menjadikan suasana semakin hidup dan akrab. Permainan tradisional yang dimainkan bukan sekadar ajang nostalgia, melainkan juga sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal di tengah generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak siswa untuk tidak hanya aktif secara fisik, tapi juga mengenal dan mencintai akar budayanya sendiri,” ungkap salah satu guru olahraga yang turut mendampingi siswa dalam lomba bakiak.

Tema yang diusung tahun ini, “Berolahraga Badan Sehat, Permainan Tradisional Mencintai Budaya Lokal”, menjadi wujud nyata dari misi madrasah dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berbudaya. Tak ada yang tak tersenyum hari itu—semua larut dalam euforia kebersamaan, keringat, dan tawa yang menyatukan.
Harapannya, peringatan Harornas ini tidak berhenti sebagai seremonial tahunan, tetapi menjadi titik tolak untuk menumbuhkan kebiasaan hidup sehat dan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa.
MTsN 5 Sragen, dalam balutan semangat Harornas, membuktikan bahwa olahraga tak hanya soal fisik, tetapi juga tentang membangun karakter, merawat budaya, dan memperkuat ikatan sosial. (dpw/ma/enn)









